Cara Budidaya Maggot, Hasil Menggiurkan

Pakan ternak merupakan salah satu komponen penting dalam dunia peternakan. Selain untuk menunjang pertumbuhan hewan ternak, pakan juga cukup berpengaruh pada kualitas hewan yang dihasilkan. Salah satu jenis pakan ternak yaitu maggot. Tidak mengherankan jika Budidaya maggot mulai dilirik sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Cara Budidaya Maggot
Sumber : Sarjanatani

Tahukan Anda? Maggot ini biasanya digunakan sebagai pakan ayam. Maggot ini berfungsi untuk memberi nutrisi tambahan. Untuk informasi lebih lengkap tentang Budidaya maggot, simak ulasan berikut ini.

Mengenal Maggot, Larva Lalat Hitam Besar

Bagi Anda yang suka beternak ayam atau burung, mungkin sudah tidak asing lagi dengan hewan yang satu ini. Maggot merupakan larva dari salah satu jenis lalat besar berwarna hitam yang mirip seperti tawon. Pada fase larva, hewan yang biasa disebut dengan nama maggot ini banyak dijadikan sebagai pakan tambahan atau selingan untuk hewan ternak.

Manfaat Maggot

Hewan dengan nama latin Hermetia Illucens ini rupanya memiliki berbagai manfaat. Berikut ini manfaat dari maggot atau larva lalat hitam bagi manusia.

  1. Pakan Tambahan Kaya Nutrisi

Maggot bermanfaat sebagai pakan ternak, karena mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan hewan ternak. Hewan ini mengandung protein dan asam amino yang sangat diperlukan oleh hewan, seperti burung, ayam, dan beberapa hewan pemakan maggot lainnya. Tidak hanya itu saja, maggot juga biasanya dijadikan sebagai pakan ikan, tokek, dan iguana.

Maggot mengandung protein yang cukup tinggi sekitar 40%, sehingga mampu menunjang tumbuh kembang hewan, agar lebih tumbuh sehat, berumur panjang, dan berkualitas baik. Kandungan nutrisi pada maggot ini diperoleh dari jumlah makanan organik yang dikonsumsi oleh maggot setiap harinya.

Baca Juga :

  1. Membantu Perbaikan Lingkungan

Selain sebagai pakan ternak yang kaya nutrisi, maggot juga dapat membantu memperbaiki lingkungan. Seperti yang Anda ketahui bahwa di Indonesia jumlah limbah organik terhitung tinggi, sehingga Budidaya maggot akan sangat membantu dalam mengendalikan jumlah limbah organik. Hal ini disebabkan kemampuan maggot dalam mengolah dan mengonsumsi limbah organik sangat membantu.

Maggot dengan jumlah sekitar 15 ribu ekor mampu mengonsumsi limbah organik sebanyak kira-kira 2 kilogram, hanya dalam kurun waktu 24 jam saja. Pada satu maggot betina dapat menghasilkan sekitar 600 telur yang nantinya akan menjadi larva. Anda tentu bisa membayangkan sebanyak apa limbah organik yang mampu mereka makan dan bisa membantu lingkungan menekan limbah organik.

Keunggulan Maggot

Tidak hanya bermanfaat bagi manusia, maggot juga memiliki beberapa keunggulan. Berikut ini merupakan keunggulan dari maggot atau larva lalat hitam.

  1. Harga yang murah dan sangat terjangkau, sehingga permintaan pasar juga akan tinggi karena masyarakat cenderung memilih barang dengan harga miring.
  2. Tidak menimbulkan bau amis seperti jenis pakan lainnya.
  3. Mudah diambil dan disimpan, serta tidak kotor atau jorok.
  4. Tubuh maggot yang lunak akan memudahkan hewan ternak untuk mencernanya.
  5. Cara pembudidayaan larva lalat hitam ini sangat mudah dan ekonomis.
  6. Mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan hewan.
  7. Memiliki masa panen yang jelas dan teratur.

Cara Mudah dan Lengkap Budidaya Maggot bagi Pemula

Bagi sahabat tani yang ingin mencoba usaha Budidaya ini, caranya sangat mudah dan membutuhkan modal yang sedikit. Sebelum Anda memulai untuk bisnis beternak maggot, Anda perlu memahami terlebih dahulu tentang ciri fisik maggot dan bagaimana cara merawatnya dengan benar. Berikut ini adalah cara Budidaya maggot yang mudah dan sederhana.

Siapkan Alat dan Bahan Sebagai Media Budi Daya

media Budidaya Maggot
Sumber : Agrotani

Langkah pertama dalam memulai usaha adalah mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk media budi daya. Anda bisa menggunakan ember atau wadah apa saja disertai kantong plastik. Bahan lainnya yang harus dipersiapkan yaitu air secukupnya, minuman yakult atau EM4, penyedap masakan, gula pasir, dan dedak.

Bagi sahabat tani yang masih pemula, namun ingin mencoba usaha Budidaya maggot skala kecil, Anda bisa membuat kandang dengan ukuran kecil sekitar 2,5 x 4 x 3 meter. Dengan wadah kecil ini, Anda bisa menampung puluhan ribu ekor larva lalat hitam atau maggot. Tujuan pembuatan kandang yaitu untuk memberikan ruang bagi lalat hitam untuk menghasilkan telur yang nantinya menjadi larva.

Siapkan Media Penetasan Telur

Setelah sahabat tani menyiapkan kandang bagi lalat hitam, langkah selanjutnya adalah menyediakan tempat untuk menetaskan telur-telur lalat hitam. Anda bisa menggunakan kotak kardus atau kotak dari tripleks dengan ukuran kecil saja. Di sini, Anda harus membuat dua wadah, yaitu media untuk penetasan dan media pembesaran.

Apabila telur sudah menetas dan menjadi larva, pindahkan larva ke biopond. Hal itu dilakukan sebagai media perawatan dan pembesaran larva. Biopond merupakan tempat untuk membesarkan larva yang terbuat dari kayu, PVC, dan tanah yang gembur. Ada dua jenis biopond yaitu biopond dengan ramp (bidang miring sebagai jalan prepupa) dan biopond tanpa ramp.

Tujuan memisahkan telur yang belum menetas dengan larva, yaitu agar larva yang sudah menetas tidak menekan atau menindih telur. Apabila banyak telur pecah, maka akan memengaruhi hasil panen. Besar kecilnya media penetasan dan media pembesaran juga harus Anda sesuaikan dengan jumlah telur dan larva yang berhasil menetas.

Pengembangbiakan Maggot

Untuk menghasilkan telur yang bisa menjadi larva atau maggot, sahabat tani tentunya membutuhkan lalat hitam sebagai indukan. Ada beberapa cara untuk menarik perhatian lalat hitam ini agar mau dikembangbiakkan yaitu sebagai berikut ini.

  • Siapkan air sekitar 1 liter dan beri tambahan 5 sendok makan gula pasir, kemudian diaduk dan masukkan ke dalam ember.
  • Masukkan dedak kurang lebih sebanyak 5 kilogram dengan penyedap rasa ke dalam ember berisi air dan gula pasir, kemudian diaduk hingga tercampur rata.
  • Tuangkan EM4 sebanyak 1 tutup botol kemasan EM4 dan 1 botol minuman yakult, lalu aduk hingga tercampur rata.
  • Jika semua bahan sudah tercampur secara merata, siapkan kantong plastik yang mampu menampung 5 sampai 8 kilogram.
  • Masukkan bahan yang sudah dicampur ke dalam kantong plastik dan jangan diisi penuh. Anda bisa menyisakan sedikit ruang pada kantong plastik, lalu beri sedikit udara.
  • Ikat dengan kencang dan rapat kantong plastik yang sudah diisi bahan media Budidaya tersebut dan letakkan di tempat yang sejuk selama 5 sampai 6 hari. Sebaiknya, letakkan media pada tempat yang jauh dari jangkauan binatang pengganggu.
  • Jika sudah didiamkan selama 5 sampai 6 hari, tuangkan bahan yang sudah terfermentasi ke ember, lalu tutuplah dengan plastik, daun pisang, atau kertas minyak.
  • Letakkan ember tersebut di dekat media penetasan telur, kemudian tunggu sekitar 2 sampai 3 hari, hingga lalat-lalat berdatangan dan mulai bertelur di sekitar media tersebut.

Baca Juga :

Pemanenan Maggot

Setelah telur-telur lalat ini menetas, sahabat tani bisa menunggu sekitar 7 hari, sampai larva atau maggot benar-benar sudah terbentuk. Waktu yang tepat untuk memanen maggot yaitu sekitar 2 sampai 3 minggu setelah masa penetasan telur.

Anda bisa menaburkan bahan yang sudah difermentasi di sekitar media penetasan atau ember sebagai media untuk menarik lalat setiap seminggu sekali, hal itu dilakukan agar hasil maggot yang Anda budidayakan bisa maksimal. Anda juga bisa meletakkan sampah organik sisa dapur sebagai sumber makanan bagi maggot.

Cara Budidaya maggot di atas sangat mudah bukan? Informasi di atas bisa menjadi referensi bagi sahabat tani yang ingin mencoba peluang usaha ternak maggot sebagai usaha Budidaya yang memberikan keuntungan menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *