Cara Budidaya Jamur Tiram yang Mudah

Diposting pada

Permintaan pasar akan kebutuhan jamur tiram kini semakin meningkat. Hal itu yang menjadi alasan utama bagi seseorang untuk memulai usaha budidaya jamur tiram. Apalagi jamur merupakan salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan gizi dan menyehatkan. Bagi sahabat tani yang ingin memulai usaha budidaya jamur, berikut cara budidaya jamur tiram bagi pemula yang bisa diterapkan.

Jika dilihat dari ciri-cirinya, jamur tiram memiliki bentuk kelopak yang lebar menyerupai payung, tumbuh bergerombol dan jika dilihat secara sekilas bentuknya hampir mirip dengan cangkang tiram. Di Indonesia jamur tiram sangat mudah ditemui di pasar-pasar tradisional maupun swalayan. Jadi memiliki usaha budidaya jamur tiram memiliki prospek yang bagus untuk jangka panjang.

Cara Budidaya Jamur Tiram
Budidaya Jamur Tiram ( Sumber : twitter.com )

Cara Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula

Jamur tiram terdiri atas beberapa jenis di antaranya adalah jamur tiram putih, abu-abu, emas dan coklat. Masing-masing dari jamur tiram memiliki keunikan tersendiri, namun yang paling familiar di masyarakat yaitu jamur tiram putih.

Jamur tiram putih peminatnya sangat tinggi dan disukai oleh semua kalangan, karena dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan yang lezat. Bahkan saat ini banyak sekali kreasi olahan jamur tiram dalam bentuk camilan kering yang bisa di dapatkan di toko oleh-oleh atau swalayan.

Peminat pasarnya semakin tinggi, maka usaha budidaya jamur menjadi usaha yang cukup menjanjikan. Bagi sahabat tani yang masih pemula, tentu saja belum banyak mengetahui bagaimana cara budidaya jamur tiram yang tepat dan menghasilkan jamur yang berkualitas. Nah, untuk lebih jelasnya silahkan simak langkah-langkah berikut ini.

Siapkan Kumbung

Kumbung atau sering disebut juga dengan rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog yang digunakan sebagai tempat budidaya jamur. Kumbung tersebut biasanya berbentuk sebuah ruangan yang terdapat rak-rak dari bambu atau kayu untuk meletakkan baglog. Suhu ruangan kumbung harus terjaga kelembabannya.

Kemudian dinding kumbung dibuat dari papan agar kondisi ruangan tidak panas. Atap yang digunakan sebaiknya berupa genteng dari tanah liat dan bukan dari bahan asbes atau seng. Karena kedua bahan tersebut akan mendatangkan suhu ruangan menjadi panas. Sedangkan lantainya cukup menggunakan tanah untuk resapan air ketika menyiram jamur.

Di dalam kumbung sahabat tani bisa membuat rak berbentuk kisi-kisi yang dibuat secara bertingkat. Rak dari bambu atau kayu ini nantinya digunakan untuk tempat menyusun baglog  Bahan untuk membuat rangka biasanya menggunakan kayu atau bambu yang diletakkan secara berjajar antara rak yang atau dengan lainnya dan diberi jeda berupa lorong untuk melakukan perawatan.

Dalam pembuatan kumbung, ukuran yang tepat tidak kurang dari 40 cm. Rak di dalam kumbung bisa dibuat dalam jumlah 2 sampai 3 tingkat. Sedangkan lebar rak yaitu 40 cm dengan panjang untuk setiap ruasnya 1 meter. Untuk setiap rak mampu menampung 70 hingga 80 baglog.

Sebelum sahabat tani memasukkan baglog ke dalam kumbung, ada beberapa hal penting yang harus diketahui.

  1. Pertama, sahabat tani harus membersihkan bagian kumbung dan rak-rak agar terhindar dari berbagai kotoran.
  2. Kedua, kumbung harus disemprot terlebih dahulu menggunakan fungisida. Kemudian biarkan kumbung selama 2 hari baru sahabat tani bisa memasukkan baglog ke dalam kumbung.
  3. Terakhir, ketika kumbung sudah tidak bau maka sahabat tani bisa memulai memasukkan baglog yang siap untuk dibudidayakan. Seluruh permukaan harus tertutup rapat serabut putih.

Menyiapkan Baglog

Baglog yaitu media tanam yang digunakan untuk menyemai bibit jamur tiram. Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu sehingga bahan dasar yang digunakan untuk baglog yaitu serbuk dari gergaji. Baglog dibungkus plastik dengan bentuk silinder dan salah satunya harus diberikan lubang. Lubang tersebut yang nantinya akan menjadi tempat untuk tumbuh jamur keluar.

Cara budidaya jamur tiram dalam skala besar, sahabat tani harus membuat baglog sendiri. Namun bagi yang masih pemula bisa membeli langsung dari tempat yang menjual baglog dan sudah siap untuk dibudidayakan.

Cara Merawat Baglog yang Benar

Ada 2 cara dalam menyusun baglog di dalam rak kumbung, pertama dengan menyusun baglog secara vertikal dan yang kedua secara horizontal. Meletakkan baglog secara vertikal yaitu menghadapkan lubang baglog ke bagian atas sehingga jamur tiram akan tumbuh ke atas. Lubang baglog yang menghadap ke samping, maka jamur tiram juga akan tumbuh mengikuti medianya.

Kedua cara dalam menyusun baglog di atas masing-masing memiliki kelebihan. Akan tetapi menyusun baglog secara horizontal ternyata lebih aman ketimbang vertikal. Karena pada saat penyiraman yang berlebihan tidak akan menyebabkan air masuk ke dalam lubang baglog.

Kelebihan lainnya yaitu cara memanennya juga lebih mudah. Namun penyusunan baglog secara horizontal akan memakan banyak ruang ketimbang menyusun baglog secara vertikal.

Cara Melakukan Perawatan Jamur Tiram

  1. Sebelum sahabat tani menyusun baglog, buka bagian cincin dan kertas penutup baglog terlebih dahulu dan diamkan kira-kira 5 hari. Jika lantai kumbung berbentuk tanah, sebaiknya lakukan penyiraman untuk meningkatkan kelembaban ruangan.
  2. Setelah itu, sahabat tani bisa memulai memotong bagian ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh jamur tiram yang lebih luas. Diamkan selama 3 hari tanpa disiram bagian baglog, Anda cukup menyiram bagian lantai saja.
  3. Sahabat tani dianjurkan untuk melakukan penyiraman menggunakan sprayer. Sehingga menghasilkan penyiraman yang berbentuk kabut bukan tetesan air. Semakin sempurna dalam proses pengabutan, maka jamur tiram yang dihasilkan akan semakin berkualitas.

Untuk melakukan perawatan, sahabat tani bisa menyiramnya 2 hingga 3 kali dalam sehari. Namun hal itu juga tergantung dengan tingkat suhu dan kelembaban di dalam kumbung. Sahabat tani bisa menjaga suhu pada kumbung dengan kisaran 16 hingga 24 derajat celcius.

Proses Pemanenan Jamur Tiram

Pemanenan jamur tiram biasanya sekitar 1 hingga 2 minggu dari proses pembukaan tutup baglog, jamur tiram akan segera tumbuh keluar dan bisa dipanen. Dalam satu baglog jamur dapat dipanen kurang lebih 5 hingga 6 kali masa panen jika mendapatkan perawatan yang baik.

Untuk baglog dengan berat 1 kg bisa menghasilkan kurang lebih 0,7 hingga 0,8 kg jamur tiram. Setelah itu, maka baglog dapat dibuang atau dijadikan kompos. Proses pemanenan dilakukan jika kondisi jamur sudah terlihat mekar dan besar.

Jika sahabat tani melihat bagian ujung-ujungnya terlihat meruncing dan bagian tudungnya belum pecah serta warnanya putih maka itu tandanya jamur tiram sudah siap dipanen. Bila sahabat tani melewatkan masa panen setengah jam saja, maka warna jamur tiram akan menjadi kuning dan kecoklatan serta bagian tudungnya akan pecah.

Jika sudah seperti itu, maka jamur akan cepat layu dan tidak bisa bertahan lama. Jarak panen dari masa panen yang pertama ke panen berikutnya kurang lebih 2 hingga 3 minggu.

Sahabat tani yang masih pemula dapat menerapkan cara budidaya jamur tiram di atas dengan skala kecil terlebih dahulu. Jika hasil panen yang diperoleh berkualitas, maka sahabat tani dapat menambah usahanya dengan skala lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *