Cara Budidaya Ikan Nila Untuk Pemula

Budidaya ikan nila adalah salah satu budidaya yang paling populer. Hal ini karena beternak nila tidaklah sukar. Ikan yang masih satu keluarga dengan ikan mujair ini memiliki kemampuan dalam beradaptasi, sehingga dapat dengan mudah berkembang biak. Selain dibudidayakan, ikan nila yang hidup bebas bisa Anda temukan di perairan tawar semacam sungai, danau, waduk maupun rawa.

Agar ikan nila yang Anda budidayakan bisa berkembang dengan baik, maka suhu yang ideal adalah sekitar 25-30 derajat celcius dengan tingkat keasaman air 7-8. Kemudahan budidaya nila salah satunya karena ikan ini adalah pemakan segala atau omnivora. Jadi selain pakan buatan, ikan nila juga bisa mencari makan sendiri, asalkan ada plankton, tumbuhan air dan hewan air lainnya.

Budidaya Ikan Nila
Sumber : Jejak Tani

Pemilihan Bibit Untuk Budidaya Ikan Nila

Keberhasilan budidaya nila salah satunya tergantung dari pemilihan bibit. Agar lebih cepat panen, ada baiknya jika sahabat tani memilih benih berupa ikan jantan. Hal ini disebabkan ikan jantan bisa bertumbuh lebih cepat dibandingkan ikan betina, yaitu sekitar 40%.

Dibandingkan budi daya secara campuran, budi daya secara monosex, atau berkelamin sama, lebih produktif. Hal ini disebabkan ikan nila lebih mudah melakukan pemijahan. Energi ikan akan habis, apabila mereka berada dalam satu kolam dan kelaminnya majemuk.

Hal ini juga menyebabkan pertumbuhan ikan lambat. Anda bisa mendapatkan bibit nila monosex di pasaran atau membuatnya sendiri.

Baca Juga :

Mempersiapkan Kolam Budidaya Ikan Nila

Ada beragam jenis kolam yang bisa digunakan untuk budidaya ikan nila, misalnya kolam tanah, semen, terpal, jaring apung sampai air payau. Di antara sekian banyak jenis kolam, kolam tanah merupakan yang paling populer, karena pembuatannya cukup mudah dan murah.

Selain itu, kolam tanah juga memungkinkan tumbuhan serta hewan air bisa berkembang dengan alami, dan bisa menjadi pakan alam untuk ikan. Dengan demikian, anggaran untuk pengadaan pelet sebagai pakan bisa ditekan. Berikut ini adalah langkah persiapan kolam ikan untuk budidaya.

Pengeringan dasar kolam adalah hal pertama yang harus sahabat tani lakukan. Pengeringan ini dilakukan dengan cara dijemur selama 3 hingga 7 hari, tergantung dari banyak sedikitnya sinar matahari yang mengeringkan kolam secara alami.

Pengeringan ini sudah selesai, jika Anda mendapati permukaan tanah pada kolam mulai retak-retak tetapi belum membatu. Kondisi tanah masih cukup lembab. Anda bisa memeriksa kelembaban tersebut dengan cara menjejakkan kaki di atasnya. Jika meninggalkan jejak sedalam 1 hingga 2 cm, maka kondisi sudah ideal.

Setelah penjemuran atau pengeringan selesai, tahap selanjutnya yang harus sahabat tani lakukan adalah pembajakan permukaan tanah hingga 10 cm dalamnya. Hal ini dimaksudkan, selain untuk membuat pori-pori tanah lebih terbuka, sampah dan kotoran lain di dalam tanah bisa dibersihkan. Jika terdapat lumpur hitam yang berbau, Anda juga harus menyingkirkannya.

Tingkat keasaman tanah biasanya kurang dari 6, guna menetralkan sehingga pH-nya ideal yaitu sekitar 7-8, maka sahabat tani bisa melakukan pengapuran. Anda bisa menggunakan kapur pertanian atau dolomit. Dosis yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan kondisi tanah.

Ketentuan untuk keasaman tanah 6, maka dolomit yang dibutuhkan sebanyak 500 kg/ha. Untuk keasaman tanah 5-6, maka diperlukan dolomit sebanyak 500-1500 kg/ha. Dolomit sebanyak 1-3 ton/ha dibutuhkan, jika tingkat keasaman tanah kolam Anda ada di angka 4 – 5. Penggunaan dolomit dengan mengaduknya perlahan. Masukkan kapur sedalam 10 cm ke tanah, diamkan selama 2-3 hari.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Sahabat tani lebih baik menggunakan pupuk organik untuk pupuk dasarnya. Anda bisa menggunakan pupuk kandang maupun kompos. Hal ini dilakukan, agar kesuburan tanah bisa kembali tinggi.

Dosis yang diperlukan untuk 1 ha tanah adalah 1-2 ton pupuk. Cara pemupukannya cukup ditebar di atas dasar kolam dan tunggu hingga 1-2 minggu. Apabila dibutuhkan, Anda bisa menambahkan 50-70 kg/ha pupuk urea dan 25-30 kg/ha TSP, kemudian tunggu kembali selama 1-2 hari.

Pengairan dilakukan dalam tahapan-tahapan. Untuk tahap awal, kolam diisi air hingga 10-20 cm dan tunggu selama 3-5 hari. Pada masa ini, biarkan kolam mendapat cahaya matahari secara sempurna, hingga tembus ke dasar kolam. Hal ini dimaksudkan, agar ganggang atau organisme air bisa tumbuh. Selanjutnya, Anda bisa menambahkan air hingga tinggi kolam mencapai 60-75 cm.

Penebaran Benih Ikan Nila

Bibit Ikan Nila
Sumber : Pusat Bibit

Guna menghindari kematian ikan karena proses adaptasi, maka sahabat tani harus mengondisikan ikan terlebih dahulu. Jangan terburu-buru memindahkan benih dari wadah awal ke dalam kolam. Masukkan wadah yang berisikan ikan ke dalam kolam, biarkan selama beberapa waktu, hingga suhu air di dalam wadah sama dengan kolam.

Kemudian, miringkan perlahan wadah agar air kolam bisa bercampur dengan air di dalam wadah. Biarkan ikan keluar dari wadah dengan usaha mereka sendiri. Proses adaptasi ini akan menghindari shock pada ikan, sehingga kematian bisa ditekan.

Agar ideal, maka tiap m2 kolam hanya bisa diisi ikan nila sebanyak 15-30 ekor saja. Sedangkan, ukuran yang disarankan tiap ekornya adalah sekitar 10-20 gram. Nantinya, ikan-ikan ini bisa dipanen jika bobotnya sudah mencapai 300 gram/ekor.

Pemeliharaan Ikan Nila

Pengelolaan Air

Kualitas air harus selalu dipantau, agar ikan bisa bertumbuh dengan optimal. Tolak ukur baik buruknya kualitas air adalah kandungan oksigen serta kadar keasaman air.

Kandungan oksigen harus selalu dijaga, bila menurun, maka Anda bisa menaikkannya kembali dengan memperderas sirkulasi air. Caranya adalah dengan memperbesar debit air yang mengalir. Dalam kolam yang memiliki luas 100 m2, maka debit air yang bagus adalah sebanyak 1 liter per detik.

Bila Anda menemukan air kolam berbau busuk, itu tandanya kandungan NH3 dan H2S air kolam sudah tinggi. Anda bisa mengatasinya dengan cara mengeluarkan setengah air kolam yang kotor tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

Pemberian Pakan

Pakan yang biasa diberikan untuk ikan nila adalah pelet yang memiliki kadar protein sebesar 20-30%. Sahabat tani bisa memberikan pakan sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu saat pagi dan sore hari. Jumlah pakan yang diberikan haruslah sebanyak 3% dari bobot tubuh ikan setiap hari. Untuk mengetahui perkembangan ikan, Anda bisa melakukan penimbangan setiap dua minggu sekali.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Tantangan lain yang dihadapi dalam budidaya ikan nila adalah serangan hama dan penyakit. Hal ini bisa diatasi dengan melakukan pemeriksaan berkala pada ikan dengan metode sampling. Kebersihan air kolam juga harus diperhatikan, agar tubuh ikan tidak ditumbuhi jamur.

Baca Juga :

Pemanenan Ikan Nila

Berat ideal ikan nila agar bisa dipanen adalah sekitar 300-500 gram per ekornya. Ukuran ini adalah ukuran standar untuk pasar domestik. Guna bisa mencapai berat ideal ini membutuhkan waktu berkisar antara 4 hingga 6 bulan lamanya.

Budidaya ikan nila merupakan usaha yang menjanjikan. Walaupun banyak tantangan, tetapi kepopuleran budidaya ikan jenis ini tidak pernah surut dimakan zaman. Sahabat tani juga bisa mempraktikkan usaha ini dengan menyiapkan kolam yang cukup terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *