Budidaya Vanili Peluang Bisnis Menjanjikan

Diposting pada

Anda tahu tanaman Vanili? Tanaman yang satu ini dikenal dengan harganya yang mahal. Tanaman ini  menghasilkan bahan pembuat kue berupa bubuk vanili yang memberikan aroma pada kue. Selain itu, tanaman vanili juga memiliki kandungan yang menyehatkan berupa mineral, serat, vitamin A, B dan E. Maka dari itu, banyak yang ingin melakukan budidaya vanili.

Budidaya vanilli
Sumber : Jejaktani

Tanaman vanili memiliki nama latin Vanili planifofela. Tanaman ini berasal dari Meksiko. Menurut sejarah tanaman ini dibawa oleh orang-orang Indian hingga ke beberapa negara di dunia. Selain sebagai pemberi aroma pada kue, vanili juga bisa dimanfaatkan sebagai essentials oil. Buahnya juga bisa dikonsumsi dan dipercaya bisa menyembuhkan jerawat di muka.

Syarat Tumbuh Vanili

Sahabat tani perlu tahu, terdapat 8 syarat tumbuh tanaman vanili agar cepat berbuah saat dibudidayakan, yaitu sebagai berikut.

Iklim

Iklim tropis dan subtropis adalah iklim yang paling cocok untuk tanaman vanili; Indonesia termasuk negara tropis yang dilewati garis khatulistiwa, sehingga vanili sangat cocok dibudidayakan di sini.

Suhu dan Ketinggian

Vanili cocok dibudidayakan di daerah dengan ketinggian 400-700 meter dpl (daerah dengan ketinggian sedang). Sedangkan suhu lingkungan yang cocok adalah antara 22-25 derajat.

Kelembaban Udara dan Curah Hujan

Faktor lingkungan lebih berperan menjadi syarat tumbuh tanaman vanili. Berikutnya adalah kelembapan udara dan curah hujan. Daerah yang ditanami tanaman vanili harus memiliki curah hujan antara 2000 sampai dengan 3000 mm/tahun dan kelembabannya mencapai 80%.

Tanah

Tanah menjadi media tanam yang penting untuk budidaya tanaman vanili. Untuk mendukung akar tanaman vanili yang dangkal, maka dibutuhkan tanah berhumus, gembur dengan sistem pengairan yang baik.

Nutrisi Tanah

Tanah yang ditanami vanili harus memiliki nutrisi berupa kandungan Kalsium (Ca) dan tingkat keasaman (ph) sekitar 6-7. Di Indonesia, tanah yang banyak mengandung kalsium adalah tanah batuan kapur. Selain kalsium, nutrisi tanah lain yang penting adalah fosfor, magnesium dan natrium.

Baca Juga :

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah juga menjadi syarat tumbuh penting bagi tanaman vanili. Vanili membutuhkan tanah yang gembur. Dan untuk menanamnya, perlu dilakukan perencanaan waktu tanam dengan mempertimbangkan tanaman panjatan lain.

Tanaman Pelindung dan Panjatan

Seperti disinggung pada pembahasan di atas, tanaman pelindung dan panjatan harus ditanam lebih dulu sebelum menanam vanili. Hal ini berpengaruh untuk mendukung pertumbuhan tanaman vanili itu sendiri. Tanaman pelindung berfungsi untuk melindungi vanili dari terlalu banyak paparan matahari. Sedangkan tanaman panjatan adalah untuk penyangga tanaman vanili yang merambat.

Cahaya Matahari

Syarat tumbuh yang terakhir adalah cahaya matahari. Semua tanaman membutuhkan matahari yang cukup untuk proses fotosintesis, namun untuk tanaman vanili juga tidak terlalu banyak. Kisaran 35-55% saja cahaya matahari sudah baik untuk pertumbuhan tanaman vanili.

Peluang Usaha Budidaya Vanili

Praktik Budidaya Vanili

Setelah mengetahui syarat tumbuh tanaman vanili, kini sahabat tani perlu tahu bagaimana mempraktekkan budidaya vanili yang baik. Jika Anda tertarik, tanaman vanili bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan karena punya harga Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta per kgnya.

Persiapan Lahan

Langkah pertama dalam budidaya vanili adalah persiapan lahan. Pilihlah tanah yang tidak terlalu luas, tidak terlalu terpapar cahaya matahari tetapi memiliki tekstur yang gembur. Untuk tahap awal, sebisa mungkin Anda juga menambahkan pupuk jenis organic karena hal ini akan berpengaruh kepada kandungan nutrisi tanah yang ada di sana.

Dengan penambahan pupuk, tanah yang tadinya kondisi nutrisinya kurang, akan setidaknya memiliki nutrisi dan siap dijadikan media tanam. Karena vanili adalah tanaman yang merambat, sebaiknya pilih lokasi tanah yang dekat dengan tanaman pelindung dan panjatan. Misalnya seperti dekat dengan pohon sengon atau pohon petai cina.

Siapkan Bibit

Sahabat tani bisa langsung membeli bibit vanili di toko pertanian atau penjual tanaman. Bibit berupa potongan batang yang nantinya ditanam dengan cara stek. Sebenarnya bisa juga menggunakan biji, namun penanaman menggunakan biji relatif lebih lama dan susah. Atau jika sahabat tani sudah memanen vanili, sahabat tani bisa memperoleh bibit stek sendiri.

Pilihlah tanaman vanili yang sudah berusia 1 tahun, memiliki buku (pada batang) yang rapat. Potong batang sepanjang 45 cm kemudian bersihkan dengan lap atau tisu basah bagian ujungnya. Lalu bibit stek direndam di air selama kurang lebih 15 menit. Lalu lap kembali, rendam ujungnya saja selama 5 hingga 7 hari untuk merangsang tumbuhnya akar. Jika sudah, pindahkan ke media tanam.

Proses Tanam Vanili

Lahan dan bibit sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah penanaman. Media tanam berupa tanah dengan lubang-lubang dan beri jarak satu tanaman vanili dengan yang lainnya. Siapkan terlebih dulu tiang penyangga untuk vanili merambat. Ingat bahwa beri pupuk terlebih dulu sebelum melakukan penanaman seperti yang sudah disinggung pada bab pengolahan tanah.

Selanjutnya tancapkan bibit stek vanili di tanah, Namun tidak seperti umumnya yang tegak lurus, posisikan bibit stek dengan posisi horizontal. Bila sahabat tani melakukan penanaman di pot, maka perlu menggunakan pot berukuran besar. Masukkan tanah dengan campuran sekam dan pupuk organik. Lalu tanam bibit stek dan tiang penyangga.

Pemeliharaan dan Perawatan

Untuk proses pemeliharaan dan perawatan ini sebenarnya gampang-gampang susah. Intinya tanaman vanili perlu dijaga agar kebutuhan airnya selalu cukup. Jika kekeringan, tanaman ini tidak tahan. Begitu jika air menggenang, justru akan busuk. Untuk mengatasi ini, biasanya dibuat parit-parit agar bisa mengalir airnya ke tanaman lain.

Sahabat tani juga harus rutin melakukan pemangkasan yang bisa merangsang pertumbuhan vanili. Tak lupa juga dilakukan pemupukan. Pupuk yang cocok biasanya adalah pupuk organic 5-10 kg per pohon di , khususnya di awal dan akhir musim hujan. Untuk tambahan nutrisi, lengkapi juga dengan pupuk daun, pupuk urea, TSP dan KCI.

Baca Juga :

Panen

Tanaman vanili dipanen saat mencapai usia 9-11 bulan. Masa panen akan berlangsung cukup lama yakni 2 hingga 3 bulan karena tiap pohon berbeda-beda waktu panennya. Buah vanili yang siap panen memiliki karakteristik warnanya berubah menjadi hijau dan memiliki warna kekuningan di bagian pucuknya.

Cara pemanenan dengan mengambil buah yang tua, Buah yang masih muda dibiarkan tetap di pohon Lakukan secara hati-hati agar kualitas buah vanili yang dipetik tetap terjaga. Proses selanjutnya terserah sahabat tani. Jika Anda pengusaha, maka langsung jual buah vanili kepada para pengepul. Harga vanili berkisar di Rp 2,5 juta per kgnya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai budidaya vanili. Apakah Anda ingin membudidayakannya karena peluang bisnis ini sangat terbuka dilakukan di Indonesia? Tak Cuma itu,Vanili juga bisa dikonsumsi untuk memelihara kesehatan tubuh atau melakukan pencegahan untuk beberapa penyakit. Jadi tanaman ini bisa mendatangkan keuntungan sekaligus jadi tanaman obat yang ditanam sendiri di pekarangan rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *