5 Langkah Mudah Budidaya Timun yang Bisa Memberikan Hasil Melimpah

Diposting pada

Budidaya timun memiliki prospek bisnis yang sangat cerah, sebab selain dijadikan sebagai salah satu bahan makanan (sayur) untuk dikonsumsi, timun juga digunakan sebagai salah satu bahan baku berbagai produk kosmetik. Permintaan pasar terhadap timun yang semakin tinggi itu, membuat potensi keuntungan dari usaha pembudidayaan timun menjadi semakin besar.

Budidaya Timun

Panduan Menanam Timun agar Menghasilkan Buah yang Lebat

Sebelum mengetahui 6 langkah mudah membudidayakan timun, sahabat tani perlu tahu apa saja syarat lokasi yang tepat untuk dijadikan sebagai lahan budidaya timun. Syarat yang pertama adalah lahan tersebut sebaiknya berada di dataran rendah yang memiliki suhu antara 22-30 derajat celcius. Selain itu, Anda perlu memilih lahan subur yang jenis tanahnya kaya akan humus dan kadar pH-nya antara 6-7.

  1. Memilih Bibit Timun

Bibit Mentimun

Setelah menetapkan lokasi untuk dijadikan lahan menanam timun, kini saatnya sahabat tani memilih bibit timun yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit timun berkualitas, sahabat tani bisa melakukannya dengan dua cara, yaitu membuat sendiri dan membeli di toko pertanian. Jika sahabat tani ingin lebih praktis, maka sebaiknya memilih cara yang kedua saja.

Hanya saja, sebelum membeli bibit timun agar hasilnya tidak mengecewakan, Anda perlu mengetahui seperti apa ciri dari bibit timun berkualitas. Saat sahabat tani akan membeli bibit timun, maka sebaiknya pilih bibit yang berbungkus kertas aluminium dan yang telah mendapatkan verifikasi dari dinas pertanian. Selain itu, sahabat tani juga perlu memastikan bibit tersebut terhindar dari bakteri serta parasit.

Baca Juga : Peluang Usaha Budidaya Seledri yang Menjanjikan

  1. Melakukan Penyemaian Bibit Timun

Langkah kedua yang perlu dilakukan setelah memilih bibit timun berkualitas adalah menyemai bibit dengan cara seperti berikut ini:

  1. Rendam bibit timun di dalam sebuah wadah berisi air. Perendaman ini berlangsung selama 15 menit.
  2. Kemudian, sahabat tani perlu membuang bibit timun yang mengapung, sebab bibit timun dalam kondisi seperti itu adalah contoh bibit yang berkualitas buruk.
  3. Setelah itu, kembali rendam bibit timun selama sehari semalam.
  4. Setelah proses perendaman selesai dilakukan, sahabat tani perlu meletakkan bibit timun di atas handuk atau kain bersih yang sudah dibasahi selama 12 jam. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memudahkan sahabat tani dalam memilih bibit yang tumbuh kecambah.
  5. Langkah berikutnya adalah mempersiapkan tempat dan media untuk menyemai bibit, misalnya seperti polybag atau plastik es berukuran 1 ons. Sementara itu, untuk media penyemaian bibit, sahabat tani bisa mencampurkan tanah biasa, tanah hitam dan pupuk kandang.
  6. Kemudian, tebar bibit timun ke dalam tempat semai yang telah Anda isi dengan media tanah dan pupuk tadi. Setelah itu, jangan lupa untuk disiram setiap hari, biasanya pada hari ke-10 akan mulai tumbuh calon tanaman timun.
  1. Mengolah Lahan

Setelah sahabat tani melakukan penyemaian bibit, maka langkah berikutnya adalah mengolah lahan untuk budidaya timun. Pada tahapan ini, sahabat tani bisa menanam timun di dua lahan tanam, yaitu bisa di lahan kosong, misal seperti pekarangan rumah atau bisa pula menanam timun dalam polybag. Berikut penjelasam keduanya:

  • Mengolah Lahan untuk Menanam Timun di Lahan Kosong

Sebelum mulai mengolah lahan, maka Anda perlu mempersiapkan beberapa alat dan bahan, di antaranya cangkul, sabit, tanah dan pupuk kandang yang sudah dikeringkan. Lalu, lanjutkan dengan membersihkan lahan dari rumput. Kemudian, cangkul tanah hingga gembur atau setidaknya sampai kedalaman sekitar 40 cm. Selama proses pencangkulan ini Anda bisa menambahkan pupuk kandang.

Selanjutnya, sahabat tani perlu membuat bedengan yang lebarnya 140 cm, tinggi 50 cm dan panjang yang menyesuaikan dengan ukuran luas lahan Anda. Selain itu, sahabat tani juga perlu membuat drainase di sekitar bedengan dengan jarak 40 cm antar bedengan.

Lalu, sahabat tani juga bisa melanjutkannya dengan membuat lubang di area bedengan untuk menanam timun. Setelah itu, gunakan mulsa yang terbuat dari jerami atau plastik, hal itu dilakukan agar bisa menjaga kesuburan lahan.

  • Mengolah Lahan untuk Menanam Timun di Polybag

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mempersiapkan alat dan bahan seperti cangkul kecil, tanah biasa, tanah hitam, pupuk kandang yang sudah dikeringkan dan polybag berukuran 2-3 kg. Kemudian, campur tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1:1 dan letakkan polybag di tempat yang cukup terkena sinar matahari.

  1. Menanam Timun

Setelah proses pengolahan selesai, maka sahabat tani bisa memindahkan tanaman timun hasil penyemaian bibit ke tempat tanam, seperti di lahan kosong maupun polybag. Perlu sahabat tani bahwa proses menanam timun sebenarnya cukup mudah, namun Anda perlu lebih teliti. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan lanjaran dari bambu yang dibelah.

Fungsi dari lanjaran tersebut adalah untuk tempat perambatan batang timun. Oleh sebab itu, sahabat tani perlu menancapkan lanjaran di kanan dan kiri dari tempat penanaman timun. Setelah itu, sahabat tani perlu memindahkan tanaman timun ke tempat tanam, baik itu ke pekarangan maupun ke polybag.

Saat proses pemindahan tanaman timun ke lahan tanam tersebut, sebaiknya dilakukan pada musim penghujan agar kebutuhan air tanaman timun bisa tercukupi dengan mudah. Namun, jika terpaksa dilakukan proses pemindahan tanaman di musim kemarau, maka sahabat tani perlu lebih rajin melakukan penyiraman, yaitu dua kali setiap hari.

Baca Juga : 7 Langkah Cara Menanam Kencur yang Mudah dengan Hasil Berlimpah

  1. Merawat Tanaman Timun

Langkah yang harus dilakukan berikutnya adalah proses perawatan tanaman timun. Timun sebenarnya bisa tetap tumbuh dan berbuah meski tidak terlalu dirawat, hanya saja kualitas dari hasil timun yang dirawat dengan yang diabaikan tentu akan berbeda. Ada tiga tahapan perawatan tanaman timun yang perlu dilakukan, yaitu:

  • Menyiram Tanaman Timun

Buah timun yang berkadar air tinggi tentu juga membutuhkan air yang tinggi pula, oleh sebab itu sahabat tani perlu menyirami tanaman timun. Namun, proses penyiraman tersebut perlu dilakukan sesuai dengan musimnya, saat musim penghujan tanaman timun tidak perlu terlalu sering disiram, namun jika musim kemarau, tanaman timun perlu disiram cukup dua kali sehari saja, yaitu pagi dan sore.

  • Memupuk Tanaman Timun

Salah satu proses perawatan tanaman timun yang tidak kalah penting adalah pemupukan. Cara ini perlu dilakukan agar pertumbuhan tanaman timun bisa lebih optimal. Memupuk tanaman timun bisa dilakukan dengan dua tahapan, pada tahapan pertama menggunakan pupuk kandang kering dan pada tahapan kedua pada saat berbunga, sahabat tani bisa menggunakan pupuk urea, TSP, KCL, SP-36 dan lain-lain.

  • Menggemburkan Tanah dan Membersihkan Lahan dari Hama

Selain kedua cara di atas, sahabat tani juga perlu melakukan proses penggemburan tanah di area bedengan tempat tanam timun. Tujuan dari cara ini adalah untuk melancarkan air hingga ke akar tanaman timun. Sementara itu, sahabat tani juga perlu membersihkan lahan dari hama pengganggu, contohnya seperti rumput.

  • Memanen Timun

Tahapan terakhir dalam budidaya timun adalah melakukan proses panen timun. Proses ini memungkinkan sahabat tani, untuk memetik hasil dari segala proses yang telah dilakukan. Proses panen timun sangat mudah, namun tetap saja sahabat tani perlu hati-hati dan teliti, sehingga tidak merusak buah timun yang Anda panen itu.

Proses panen timun, biasanya dilakukan ketika tanaman timun sudah mencapai umur 35 hari, kemudian timun bisa terus dipanen setiap hari, bahkan hingga 33 kali panen. Ciri dari buah timun yang siap panen adalah bentuk buahnya yang lurus dengan warna hijau cerah dan berukuran sedang.

Baca Juga : Tips Mudah Membuat Tanaman Hidroponik

Pemanenan timun tesebut juga bisa dilakukan dengan cara memetik langsung secara manual dari tangkainya, dan setelah itu harus diletakkan di tempat yang sejuk agar kandungan air dalam buah timun tetap terjaga.

Hasil melimpah dari budidaya timun menggunakan metode yang tepat, akan bisa meningkatkan prospek bisnis yang cerah di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, sebelum mulai membudidayakan timun, sahabat tani harus lebih teliti dalam mempelajari panduan menanam timun yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *