Peluang Usaha Budidaya Seledri yang Menjanjikan

Diposting pada

Ketika mengucapkan nama tanaman seledri pasti sudah tercium wangi khas dari tanaman yang biasa ada pada masakan sup, soto atau hidangan berkuah lainnya. Tanaman yang sudah digunakan sebagai obat herbal di Yunani, Mesir, hingga Cina ini ternyata memiliki segudang manfaat. Oleh karena itu, banyak orang yang mencoba budidaya seledri karena dapat berguna bagi kesehatan bagi tubuh.

Budidaya Seledri

Nutrisi yang Terkandung dalam Seledri

Tren gaya hidup sehat yang sedang digandrungi terutama pada masyarakat perkotaan ini membuat orang-orang sadar akan kandungan nutrisi yang ada pada tanaman seledri. Seledri sendiri dikonsumsi dengan berbagai cara, mulai dari taburan sup, dimakan mentah sebagai salad ataupun lalapan, bahkan  beberapa orang disajikan dalam sajian jus. Berikut kandungan pada 100 gr seledri.

MineralKadar
Kalori15 Kal
Karbohidrat3 gr
Protein0,7 gr
Serat1,5 gr
Zat besi0,2 mg
Kalium260 mg
Kalsium40 mg
Natrium80 mg
Magnesium 11 mg
Vitamin C 3 mg
Vitamin A 450 IU
Vitamin K 30 mcg
Asam folat 35 mcg
Air95 gr

Manfaat Seledri

Selain bernutrisi tinggi, ternyata mengonsumsi seledri dapat menyegarkan badan, membersihkan darah dalam tubuh, bahkan menyembuhkan berbagai penyakit. Anda bisa mulai mencoba mengonsumsi seledri secara rutin agar mendapatkan manfaat dari seledri. Di bawah ini beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan jika rutin mengonsumsi seledri.

  1. Menjaga kesehatan saluran pencernaan.
  2. Mengurangi keram perut akibat menstruasi.
  3. Menurunkan risiko penyakit jantung.
  4. Menurunkan kolesterol.
  5. Menurunkan kadar gula dalam darah.
  6. Menurunkan tekanan darah tinggi.
  7. Menangkal radikal bebas.
  8. Memperbaiki penyumbatan aliran darah dan membersihkan darah.

Varietas seledri pun banyak sekali jenisnya. Anda bisa mencoba berbagai jenis seledri sesuai dengan cara Anda mengonsumsi. Jenis seledri tall utah contohnya, seledri jenis ini memiliki batang yang cukup besar dan kandungan air yang banyak. Rasa batang seledri jenis ini pun terasa manis sehingga cocok untuk lalap atau campuran salad atau dibuat jus.

Cara Budidaya Seledri

Semakin hari harga seledri makin meningkat, cara paling mudah untuk mendapatkan seledri adalah dengan cara budidaya. Sahabat tani dapat mencoba menanam seledri sendiri. Seledri termasuk tumbuhan yang tidak sulit dalam perawatannya. Siapa tahu, berawal dari iseng-iseng dapat mendatangkan peluang usaha dari hasil budidaya seledri.

  1. Pembibitan Budidaya Seledri

Apakah sahabat tani tahu jika seledri berasal dari bibit atau biji? Ya, seledri ternyata memiliki biji yang bisa Anda dapatkan di bagian buah tanaman seledri yang sudah dewasa. Pembibitan yang berasal dari biji diawali dengan perendaman biji pada suhu 50-60oC selama 15 menit. Hal ini dimaksudkan agar benih yang telah kering kembali lembab dan hidup.

Jika Anda ingin memulai menanam seledri dari batang yang sudah Anda beli, caranya sangat mudah. Potong bagian batang kira-kira 3-5 cm dari bagian Akar. Lalu sahabat tani cukup membersihkan bagian akar tanaman seledri dan rendam bagian akarnya saja di dalam gelas ataupun pot kecil di lokasi yang teduh hingga muncul tunas atau batang baru.

  1. Persiapan Tanah

Tahap selanjutnya adalah persiapan tanah. Tanah atau media tanam yang ideal untuk tanaman seledri adalah tanah gembur yang memiliki banyak nutrisi dengan pH tidak lebih dari 6,5. Jika Anda menanam di lahan, pastikan lokasi yang akan ditanam tidak terlalu banyak terkena matahari. Pemasangan paranet bisa menjadi pilihan jika lokasi lahan panas.

  1. Penanaman Seledri

Selanjutnya yang harus sahabat tani lakukan dalam budidaya seledri adalah penyemaian atau memulai menanam. Semai benih seledri yang sudah direndam dengan kedalaman 0,5 cm dengan jarak 10-20 cm. Lalu, siram tanah hingga lembab. Benih akan mulai tumbuh pada hari ke-3 atau ke-4. Berikan pupuk dan gemburkan tanah saat benih berusia 14 hari.

Pada hari ke-30 bibit seledri sudah memiliki 4 daun dan batang yang kokoh, artinya bibit sudah siap dipindahkan ke lahan yang lebih besar. Hal yang harus Anda perhatikan adalah sebelum pindah tanam, rendam akar seledri pada larutan 50% pestisida benlate selama 15 menit lalu tanam seledri pada tanah luas dengan jarak antar tanaman 25-30 cm.

  1. Perawatan Seledri

Setelah penanaman, langkah yang Sahabat Tani lakukan adalah perawatan. Perawatan budidaya seledri tidaklah sulit, Anda cukup memastikan tanah yang digunakan dalam menanam selalu lembab dengan memberikan jerami kering di atas tanah dengan ketebalan 3-5 cm. Lakukan penggemburan tanah sekaligus berikan pupuk setiap 2 minggu sekali.

Penyiraman tanaman seledri yang sudah pindah tanam tidak perlu sering-sering. Cukup 2 sampai 3 kali dalam seminggu jika cuaca panas. Jerami yang diberikan di atas tanah sudah cukup memberikan kelembaban tanaman seledri. Sedikit tips untuk Anda, jika ingin tanaman seledri Anda hijau, berikan sedikit garam dapur pada media penanaman seledri.

Jika Anda berencana untuk menjual tanaman seledri, penggunaan cover plastik sangat disarankan. Selain untuk menjaga kelembaban tanah, penggunaan cover plastik batang ataupun daun tidak menyentuh tanah dan bebas dari hama yang berasal dari tanah. Sehingga hasil yang didapat saat panen adalah batang yang bersih dan terbebas dari hama.

  1. Panen Seledri

Sahabat tani sudah dapat memanen tanaman seledri setelah seledri dewasa atau berumur sekitar 2-3 bulan setelah pembibitan. Seledri yang siap panen memiliki ciri-ciri seperti berikut ini.

  1. Akar seledri sudah kokoh dan b
  2. Daun yang tumbuh sudah banyak dan besar.
  3. Sudah mencapai ketinggian tertentu. Hal ini tergantung dari varietas seledri yang Anda tanam.
  4. Sudah memiliki anakan di dekat pangkal batang.
  5. Beberapa seledri sudah memiliki bunga atau bahkan buah namun tidak semua tanaman. Hal ini berbeda-beda tergantung dari nutrisi tanah dan cuaca.

Jika seledri yang Anda tanam sudah memiliki ciri-ciri seperti di atas, maka Anda sudah bisa menikmati hasil budidaya seledri yang Anda tanam. Cara memanen tanaman seledri ada 2 cara, yaitu seperti berikut ini.

  1. Mencabut batang seledri beserta akar-akarnya. Cara ini dapat dilakukan ketika Anda ingin menanam kembali seledri dari bibit, namun seledri yang dijual biasanya menggunakan cara ini agar tetap fresh hingga sampai ke pasar.
  2. Memotong pada pangkal seledri dan menyisakan akarnya. Cara ini memungkinkan Anda dapat memanen kembali seledri dengan rentan waktu 2-3 minggu kemudian. Namun cara ini membuat tanaman seledri mudah layu. Cara ini bisa Anda lakukan jika Anda menanam seledri untuk kebutuhan rumah tangga.

Setelah panen, bersihkan tanaman seledri dengan air mengalir untuk membuang sisa pestisida dan tanah yang masih menempel. Kemudian, taruh di rak-rak yang memiliki lubang kecil-kecil untuk air mengalir. Lalu, tiriskan hingga air pada tanaman seledri kering, dan tanaman hasil budidaya seledri sudah dapat Anda nikmati atau dipasarkan.

Tanaman seledri memang terkenal sejak dahulu di kelompok tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat.sehingga banyak dikonsumsi hingga saat ini. Banyak petani yang mencoba peruntungan pada komoditi seledri. Selain murah, banyak manfaat dan tidak sulit untuk budidaya seledri sendiri. Sahabat tani bahkan dapat mencobanya sendiri di rumah ataupun di lahan yang Anda punya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *