Budidaya Salak Pondoh

Diposting pada

Siapa yang tidak mengenal salak pondoh? Buah salak unggulan yang dibudidayakan di Sleman, Yogyakarta ini sudah sangat populer di kalangan masyarakat. Rasa daging buahnya sangat manis meskipun masih muda. Biasanya memiliki ukuran yang kecil dibandingkan salak jenis lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau salak ini begitu diidolakan oleh banyak orang.

Salak jenis pondoh terbagi atas beberapa varietas, di antaranya adalah pondoh super, pondoh hitam, pondoh merah, dan pondoh kuning. Namun yang paling mudah ditemukan di pasaran adalah salak dengan kulit berwarna hitam gelap.

Salak Pondoh

Cara Menanam Salak Pondoh

Pembudidayaan salak jenis pondoh sebenarnya dapat dilakukan di daerah lain selain Yogyakarta. Cara penanamannya juga tidak begitu sulit, karena nyaris sama dengan salak dari jenis berbeda. Namun, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum memutuskan menanam salak ini, di antaranya sebagai berikut.

  1. Lahan berada di ketinggian mulai 400 hingga 700 m dari permukaan laut.
  2. Salak dapat tumbuh optimal di tanah lempung berpasir, lempung dengan zat organik, dan tanah gembur.
  3. Memiliki curah hujan 100 sampai 200 mm per bulan.
  4. Iklim tropis.
  5. Mendapatkan sekitar 50% hingga 70% sinar matahari.
  6. Suhu udara berada di kisaran 20- 30o
  7. Lahan tidak tergenang air.
  8. Tingkat keasaman tanah 5,5-6,5 pH.

Baca Juga : 5 Bagian Pohon Mangga yang Memiliki Sejuta Khasiat

Jika semua syarat untuk lahan tanam ideal tersebut sudah dipenuhi, sekarang sahabat tani bisa maju ke tahap lanjutan, yaitu prosedur penanaman. Bagi pemula yang baru akan menggeluti dunia cocok tanam salak pondoh, maka langkah-langkah di bawah ini dapat dijadikan panduan.

Bibit Salak Pondoh

  1. Mempersiapkan Bibit

Pembibitan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama generatif (menggunakan biji), dan yang kedua vegetatif (mencangkok tunas anakan). Banyak pihak yang mengaku bahwa benih dari hasil metode generatif memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah risiko bahwa kualitas buahnya tidak sama seperti pohon induk.

Supaya hasilnya maksimal, sahabat tani dianjurkan untuk melakukan pembibitan secara vegetatif. Caranya juga mudah, karena tunas yang sudah dicangkok dalam botol infus atau bumbung padi biasanya sudah akan mengeluarkan akar setelah usia maksimal 7 bulan. Selanjutnya, potong ujung serabut akar dan pindahkan ke media tanam (polybag).

  1. Mempersiapkan Lahan

Lahan tanam harus memiliki kriteria seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Termasuk juga dengan menyertakan tanaman pelindung sehingga pohon salak tidak terkena paparan sinar matahari secara intens. Jarak dari pohon salak dan tanaman pelindung idealnya adalah 10 x 10 m. Jadi, pastikan tanaman yang melindungi sudah ada sejak sebelum salak ditanam.

Selanjutnya adalah membersihkan lahan yang akan ditanami dari rumput liar. Kemudian mulai membuat lubang untuk menanam dengan diameter 50x50x50cm, dan jarak kurang lebih 2x2m.

  1. Penanaman Bibit

Proses ini dimulai dengan melepaskan pohon salak pondoh anakan dari polybag, kemudian masukkan perlahan ke lubang tanam yang telah disiapkan. Setelah itu timbun kembali namun tanah jangan ditekan terlalu padat. Terakhir, pasang tiang bambu supaya pohon salak tidak mudah tumbang ketika tertiup angin, lalu siram.

Sebelum proses penanaman dilakukan, sebaiknya tanah sudah dipupuk menggunakan campuran kompos dan NPK. Hal ini dilakukan untuk mencegah serangan dari hama tanah. Apabila tanah terlalu asam, maka harus melalui proses pengapuran terlebih dahulu agar hasil tanaman juga lebih optimal.

  1. Perawatan Salak

Dalam kegiatan bercocok tanam, memberikan perawatan secara intensif merupakan hal yang sangat penting. Karena salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya salak tidak terlepas dari perawatan yang diberikan. Di bawah ini adalah beberapa tahap merawat pohon salak yang baik dan benar.

Baca Juga : Bisnis Budidaya Rumput Gajah yang Menjanjikan

  • Pembumbunan

Menimbun tanah di pangkal pohon salak bertujuan untuk memperkuat akar tanaman. Pembumbunan sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan sekali sampai pohon rata di permukaan tanah. Pada tanaman salak dewasa, pembumbunan dilakukan dengan cara mengikuti tinggi tanaman. Pastikan juga kalau tanah yang dipakai gembur.

  • Pemupukan

Proses ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan usia tanaman. Pada pohon salak berumur 0-12 bulan, maka pemupukan hanya dilakukan sekali. Kemudian tambahkan intensitasnya hingga dua kali lipat saat tanaman sudah semakin besar. Pupuk yang digunakan biasanya adalah jenis KCL, urea, dan SP-36.

  • Pengairan

Pada musim kemarau, tanaman salak akan sangat membutuhkan air supaya bisa berproduksi optimal. Untuk tanah berpasir, maka jumlah air yang diberikan harus lebih banyak karena tanah jenis ini akan menguapkan air. Sistem pengairan untuk tanaman salak sendiri adalah dengan membuat galian di antara pohon.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh sahabat tani adalah bahwa luas lahan juga mempengaruhi seberapa banyak air yang akan dialirkan. Selain itu, ukuran tanaman juga harus diperhatikan, karena tanaman kecil hanya butuh sedikit air.

  • Penyiangan

Meskipun salak adalah tanaman jenis rumpun rapat, namun bukan berarti tidak perlu dibersihkan dari gulma. Apabila dibiarkan terlalu banyak semak, maka pohon salak bisa jadi kekurangan nutrisi. Sebab sudah direbut oleh rumput liar.

  • Penyisipan

Lakukan penyisipan dengan bibit baru ketika sahabat tani mulai melihat tanda kalau pohon mengalami kerusakan atau sudah akan mati. Sebaiknya proses ini mulai dilakukan sejak salak pondoh masih kecil, agar nantinya salak bisa tumbuh serempak. Selain itu, jangan lupa untuk membuat stok bibit agar lebih mudah.

  • Pemangkasan

Memangkas daun salak yang sudah kering dan tua juga penting. Hal ini bertujuan agar daun yang baru terangsang tumbuh. Pemangkasan bisa dilakukan menggunakan pisau, gunting taman, dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk memotong daun yang terlalu rimbun di batang sehingga buah bisa tumbuh lebat.

  • Penyerbukan

Pohon salak bisa melakukan penyerbukan secara alami dengan bantuan serangga dan angin, tetapi biasanya hasilnya tidak maksimal. Oleh karena itu, sahabat tani harus membantu dengan penyerbukan buatan, khususnya saat bunga sudah mekar.

Caranya mudah, Anda tinggal memotong bunga dari pohon jantan, lalu tumpuk di bunga betina. Setelah itu, tutup bunga betina menggunakan daun supaya serbuk sari tidak hilang ditiup angin. Jika penyerbukan berhasil, maka pohon akan cepat berbuah.

  • Seleksi Buah

Enam hingga delapan minggu setelah bunga mekar, sahabat tani bisa melakukan seleksi buah. Jadi, buah yang tidak layak dapat langsung dibuang. Sementara buah yang terlalu rapat harus dikurangi supaya kualitas rasanya tetap terjaga. Setelah itu, bungkus buah menggunakan kain atau bisa juga keranjang bambu.

  • Panen

Tahap terakhir dari budidaya salak ini adalah ketika tiba masa panen. Tapi Anda harus bersabar, karena salak membutuhkan waktu cukup lama sampai buahnya bisa dipanen (1.5-2 tahun).

Dibutuhkan waktu hingga empat tahun sampai salak berbuah secara optimal. Namun pastinya penantian tersebut akan terbayar lunas dengan masa panen yang berhasil.

Dewasa ini, salak pondoh bukan hanya dibudidayakan di daerah asalnya, yakni Yogyakarta saja. Namun juga sudah menyebar ke banyak daerah di Indonesia. Apalagi, salak memang termasuk tanaman yang mudah beradaptasi, sehingga memudahkan proses pembudidayaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *