Cara Budidaya Kentang dengan Mudah

Diposting pada

Salah satu sumber karbohidrat yang biasa Anda konsumsi selain nasi adalah kentang. Tanaman ini ternyata menyimpan berbagai nutrisi yang penting. Sehingga banyak orang yang mencoba melakukan budidaya kentang agar mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Berikut ini Anda akan mempelajari cara budidaya kentang agar memperoleh keuntungan yang maksimal.

Budidaya Kentang

Nutrisi dalam Kentang

Tidak banyak yang tahu, jika kentang memiliki nutrisi yang sangat banyak. Umbi-umbian yang satu ini memang biasa dikonsumsi yang mungkin menyepelekan nutrisi yang terkandung dalam kentang. Padahal di balik kelembutan teksturnya, kandungan nutrisi yang ada pada kentang sangat banyak. Berikut adalah beberapa nutrisi yang ada dalam kentang.

  1. Karbohidrat
  2. Serat
  3. Protein
  4. Antioksidan
  5. Kalium
  6. Asam folat
  7. Vitamin B6
  8. Vitamin C

Meskipun kentang memiliki banyak nutrisi, sayangnya pengolahan yang kurang tepat dapat membuat nutrisi yang ada dalam kentang menjadi tidak maksimal. Sara sederhana dan paling mudah untuk mendapatkan nutrisi dalam kentang adalah dengan cara direbus, dipanggang atau dikukus hingga lunak. Anda bisa menyajikannya dengan sedikit taburan garam dan lada.

Cara memasak dengan menggoreng dapat menghilangkan beberapa nutrisi yang terkandung dalam kentang. Dengan cara menggoreng kentang akan menyerap banyak minyak sehingga memiliki akan menyebabkan kadar kolesterol tinggi, sehingga tidak baik untuk tubuh. Jika Anda ingin menyajikan dengan cara menggoreng, lakukan dengan tepat agar kentang tidak menyerap banyak minyak.

Manfaat Mengonsumsi Kentang

Setelah sahabat tani mengetahui kandungan yang ada dalam kentang, ternyata umbi-umbian yang tumbuh di dataran tinggi memiliki banyak manfaat yang jarang orang ketahui. Tidak hanya pengganti nasi, tetapi kentang juga memiliki nutrisi yang penting untuk tubuh. Kandungan yang ada dalam kentang dapat menyembuhkan dan menjaga kesehatan tubuh antara lain, sebagai berikut.

  1. Membantu menurunkan berat badan.
  2. Menjaga jantung agar tetap sehat.
  3. Melembabkan kulit.
  4. Mengubah nutrisi yang dimakan menjadi energ
  5. Membersihkan kulit.
  6. Anti jamur.
  7. Anti kejang atau obat penenang.
  8. Melancarkan saluran pencernaan.
  9. Air rendaman kentang dapat membantu penyembuhan luka lebih cepat.

Sayangnya, para ahli melarang untuk mengonsumsi kentang secara berlebihan karena kandungan yang terdapat dalam kentang yakni glikoalkaloid membahayakan untuk tubuh. Jika dalam tubuh Anda sudah ada 3-6 mg glikoalkaloid, akan berakibat fatal bagi tubuh seperti mengakibatkan gangguan sistem saraf, sakit kepala, lumpuh, suhu badan menurun, hingga tenggorokan terasa seperti terbakar.

Kandungan glikoalkaloid dalam kentang dapat aktif jika kentang terpapar sinar matahari yang banyak. Maka dari itu, sebaiknya sahabat tani menyimpan kentang di tempat yang gelap atau tidak terkena sinar matahari. Meskipun Anda sudah menyimpan kentang dengan baik, ketika melihat tunas dalam kentang, lebih baik Anda tidak mengonsumsinya karena kandungan glikoalkaloid sudah tinggi.

Cara Budidaya Kentang

Budidaya kentang sudah dilakukan sejak abad ke-18. Kentang biasanya ditanam di dataran tinggi yang memiliki suhu rendah. Budidaya kentang memiliki keuntungan yang menjanjikan. Selain tanaman ini dapat tumbuh di musim panas ataupun hujan. Harga kentang selalu stabil. Hal ini karena budidaya kentang sangat mudah dan bisa Anda coba sendiri di rumah. Berikut cara-caranya.

  1. Pembibitan Kentang

Hal yang pertama kali harus sahabat tani siapkan adalah membuat bibit kentang. Pembibitan ini membutuhkan waktu yang sangat lama karena menunggu tunas kentang bisa mencapai 3 bulan. Kentang-kentang yang akan dijadikan bibit, dipotong-potong menjadi ukuran yang kecil. Kemudian, didiamkan hingga muncul tunas dengan ketinggian sekitar 2 cm.

  1. Persiapan Tanah

Setelah mempersiapkan bibit kentang, selanjutnya sahabat tani perlu mempersiapkan lahan dan tanah yang akan ditanam. Tanah yang bagus untuk budidaya kentang adalah tanah yang gembur dan bersuhu rendah. Gemburkan tanah sedalam 30 cm lalu campurkan dengan pupuk dan diamkan selama 1 minggu. Setelah satu minggu tanah siap ditanam kentang.

  1. Penanaman Kentang

Setelah tanah disiapkan, buatlah gundukan tanah dengan tinggi 5cm, dan lebar 70-80 cm. Bibit kentang yang sudah disiapkan kemudian direndam selama 1-2 jam di larutan pupuk cair untuk mempercepat masa pertumbuhan akar dan tunas kentang. Setelah direndam tanam kentang  dengan ketinggian 10 cm dan jarak 20 cm. Kemudian, siram bibit kentang hingga tanah lembab.

  1. Perawatan Tanaman Kentang

Perawatan tanaman kentang sebenarnya sangat mudah. Hal yang harus Anda perhatikan adalah cuaca dan pertumbuhan rumput liar. Perhatikan cuaca saat penanaman, jika sedang musim hujan, maka otomatis penyiraman tidak dibutuhkan karena tanah sudah lembab. Namun, jika sedang musim panas, perlu dilakukan penyiraman agar tanah tetap lembab dan gembur.

Hal yang yang harus Anda perhatikan adalah jangan sampai penyiraman membuat genangan pada tanah yang ditanam. Hal ini akan membuat umbi kentang menjadi busuk dan gagal panen. Tanah cukup disiram hingga lembab. Jika tanah yang digunakan mulai terkikis karena proses penyiraman, Anda bisa menambahkan tanah hingga ketinggian kembali mencapai 10 cm.

Pembabatan tanaman atau rumput liar juga harus dilakukan. Hal ini bertujuan agar nutrisi untuk kentang yang ada pada tanah tidak diambil oleh tanaman liar. Biasanya rumput akan tumbuh setelah penanaman selama satu sampai dua bulan. Setelah dua bulan tanah akan penuh dengan kentang sehingga tanaman atau rumput liar tidak dapat tumbuh di dekat tanaman kentang.

Pemupukkan juga perlu dilakukan setiap satu minggu dengan cara menyiram dari atas hingga ke bagian akar. Sedangkan pemupukkan khusus untuk umbi dengan pupuk NPK dapat dilakukan setiap 3 minggu sekali dengan cara ditanam di dekat umbi kentang. Pemupukan ini memiliki tujuan agar kentang yang dihasilkan besar-besar dan rimbun.

  1. Panen dan Pasca Panen

Umumnya tanaman kentang sudah dapat dipanen yaitu pada hari ke-80 hingga ke-100 hari. Kentang yang siap dipanen akan terlihat dari besar dan rimbunnya umbi yang tumbuh. Masa panen harus diperhitungkan karena akan memengaruhi kadar karbohidrat yang terbentuk pada kentang. Pengambilan kentang dapat menggunakan cangkul secara perlahan agar kentang tidak rusak.

Cangkul pinggiran gundukan kentang secara perlahan-lahan hingga kentang muncul. Jika kentang sudah terlihat, gunakan tangan Anda untuk mengambil kentang-kentang yang siap panen itu menggunakan cangkul secara kasar akan membuat kentang terbelah atau tidak utuh sehingga kentang menjadi cacat dan tidak laku jika dijual di pasar.

Setelah kentang dipanen, selanjutnya kentang dibersihkan dari sisa-sisa tanah yang menempel pada kentang. Kentang terlebih dahulu diletakkan pada keranjang atau rak yang terdapat lubang-lubang kecil pada bagian bawah untuk jalan air yang keluar. Kemudian, kentang disiram dengan air mengalir. Kentang disimpan sebentar hingga air habis. Lalu, siap dipasarkan.

Kentang sudah menjadi komoditas makanan yang tergolong mewah. Harga kentang yang stabil dapat membuat budidaya kentang menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Perawatan kentang juga tidak sulit selama kentang berada di suhu rendah dan diberi pupuk sebagai penambah nutrisi. Setelah membaca artikel ini apakah sahabat tani tertarik untuk memulai usaha budidaya kentang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *