5 Tahapan Mudah Budidaya Jambu Air

Diposting pada

Sahabat tani, pernahkah terpikir untuk menjalani bisnis budidaya jambu air? Sekilas jenis buah jambu air memang kurang diminati sebagai budidaya. Pertumbuhannya tidak di setiap waktu, sehingga membuat banyak orang enggan untuk membudidayakannya. Namun jangan salah, rasanya yang segar dan terkadang manis juga membawa daya tarik tersendiri untuk orang di sekitar.

Alhasil dari budidaya jambu air yang didapat biasanya tidak tumbuh dengan cepat dan tepat. Jambu air sebenarnya sangat cocok dibudidayakan di Indonesia, mengingat kondisi iklim yang dimiliki Indonesia adalah tropis. Jika tepat pada musimnya, buah berair ini akan memberikan panen yang cukup banyak. Masyarakat biasanya memanfaatkan buah jambu air ini sebagai bahan membuat rujak, manisan, dan lain sebagainya.

Budidaya Jambu Air
Google.com

Macam-Macam Klasifikasi untuk Budidaya Jambu Air

Buah jambu air ternyata tidak hanya memiliki satu jenis atau klasifikasi. Jambu air memiliki banyak sekali jenisnya. Jenis-jenis ini nantinya bisa sahabat tani pilih dan sesuaikan dengan selera serta kemampuan Anda untuk membudidayakannya. Beberapa macam jambu air adalah seperti:

  1. jambu air madu
  2. jambu air kancing
  3. jambu air kampret
  4. jambu air cengkih
  5. jambu air lilin
  6. jambu air king rose
  7. jambu air kancing
  8. dan jambu air urung petruk.

Tahapan Budidaya Jambu Air yang Baik dan Benar

Di atas telah dijelaskan secara sekilas bagaimana jambu air menjadi salah satu buah yang sangat tepat, untuk dibudidayakan di Indonesia. Selain itu, telah disebutkan pula beragam jenis jambu air yang ada dan bisa dibudidayakan. Lantas mengapa petani jambu air ini masih terhitung sedikit?

Salah satu faktornya kemungkinan adalah karena ketidaktahuan akan langkah yang tepat dalam proses pembudidayaan jambu air itu sendiri. Bagaimana sebenarnya tahapan yang baik dan benar dalam membudidayakan buah jambu air ini? Sahabat tani di bawah ini bisa Anda catat dan simak baik-baik beberapa langkah mudah dalam pembudidayaan buah jambu air. Di antara adalah:

Tentukan lokasi tepat untuk budidaya

Meskipun jambu air menjadi salah satu jenis buah yang tepat untuk dibudidayakan di Indonesia, namun sahabat tani harus tetap memerhatikan beberapa hal untuk kelangsungan hidup pohon jambu air nantinya. Pertama adalah terkait ketinggian tanah, buah jambu air sebaiknya ditanam pada tanah dengan ketinggian 5 hingga 500 meter dari permukaan laut.

Kondisi tanah yang melebihi perhitungan, kemudian digunakan untuk budidaya jambu air, maka hasilnya akan sangat kurang optimal, hal ini nantinya bisa dilihat pada saat panen. Mempertimbangkan ketinggian, intensitas cahaya dan juga suhu yang tepat untuk penanaman adalah hal yang juga penting Anda perhatikan. Kadar intensitas cahaya setidaknya memiliki tinjauan.

Proses pembibitan

Setelah menentukan lokasi yang tepat untuk membudidayakan jambu air ini, maka hal selanjutnya yang perlu sahabat tani lakukan adalah pembibitan. Pembibitan yang dimaksud di sini adalah proses mengembangkan atau memperbanyak buah jambu air dengan penanaman kembali.

Proses pembibitan pada jambu air ini bisa sahabat tani lakukan dengan dua pilihan cara. Cara yang pertama dinamakan generatif. Cara ini dilakukan dengan memanfaatkan biji dari jambu air tersebut yang kemudian ditanam kembali.

Cara tersebut sayangnya memiliki kekurangan, yakni terkait lamanya proses karena petani jambu air harus menunggu proses pembuahan jambu air terlebih dahulu, baru bisa didapatkan bibit biji. Cara yang kedua yakni dinamakan cara vegetatif. Cara ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode seperti cangkok, stek, dan okulasi.

Cara vegetatif ini sangat direkomendasikan, karena prosesnya yang tidak menunggu lama hingga pohon berbuah. Adapun bagi sahabat tani yang menggunakan pot atau polybag akan semakin mudah menggunakan cara cangkok, stek maupun okulasi. Meskipun pohon jambu air akan tumbuh dengan lebih pendek, namun akan tetap bisa mengeluarkan buahnya dalam masa tertentu.

Penanaman Bibit Biji

Jika sahabat tani menggunakan metode pembibitan dengan cara generatif, maka Anda bisa mulai menanam bibit dengan cara menyiapkan tanah berjarak 8 x 8 meter. Hal ini dilakukan agar nantinya saat tumbuh, pohon atau daun jambu air tidak saling bersinggungan. Selain itu, sahabat tani bisa membuat lubang tanah berukuran 60 x 60 x 60 cm sebagai tempat menanam bibit.

Setelah melubanginya, jangan lantas menanam bibit secara langsung akan tetapi diamkan terlebih dulu hingga 2 sampai 3 hari. Selagi memberikan waktu untuk melubangi tanah untuk ditanami, sahabat tani juga bisa memberikan pupuk dasar terlebih dulu pada tanah.

Setelah selang waktu berlalu, Anda bisa memulai untuk menaruh dan mengubur bibit dengan tanah yang sudah Anda siapkan sebelumnya dengan pupuk kompos yang sudah Anda siapkan. Siramlah sesuai dengan kadarnya.

Pemotongan Dahan

Saat pohon jambu air sudah mulai lebat dengan cabang-cabang pohonnya, maka Anda perlu melakukan pemangkasan atau pemotongan beberapa cabang atau dahan. Hal ini dilakukan semata-mata agar cabang baru yang terbentuk, nantinya bisa mendapatkan kanopi yang menghasilkan buah jambu air lebih lebat.

Proses Panen

Proses berbuahnya pohon jambu air biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada kisaran waktu Juni-Agustus serta November-Desember. Perlu sahabat tani tahu bahwa pohon jambu yang ditanam dengan metode cangkok akan berbuah pasca 8 hingga 12 bulan waktu penanaman.

Sebelum memanen buah jambu air, biasanya ada beberapa kendala yang dialami petani jambu air yakni terkait hama. Hama yang memakan buah jambu air yang hampir matang tak lain adalah lalat buah. Untuk itu, Anda bisa mencegahnya dengan cara membungkus buah-buah yang hampir matang atau jika memang penyerangan hama sudah mulai berlanjut, maka Anda bisa memberikan fungisida sesuai kadarnya.

Buah jambu air biasanya tidak memiliki keseragaman waktu saat matang. Ada kalanya dalam satu pohon, hanya beberapa buah yang matang dan sisanya tidak. Hal itu karena, petani jambu air akan melakukan proses panen dengan cara memetik satu persatu buah jambu air yang memang sudah matang.

Bagi sahabat tani yang memang berniat untuk budidaya jambu air, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat proses penanaman pohon. Sangat disarankan menanam pada saat pagi atau pas sore hari. Hal ini perlu dilakukan karena pohon jambu air memiliki fase adaptasi waktu terhadap sinar matahari. Selain itu, Anda juga harus tahu penyiraman pohon jambu air yang dilakukan dalam dua musim berbeda.

Dua musim berbeda yang dimaksud tak lain adalah musim hujan dan musim kemarau. Pada saat musim kemarau sangat disarankan agar sahabat tani menyiram setidaknya dua kali sehari yakni pada pagi hari dan sore hari. Sedangkan, pada musim hujan, Anda harus melakukan pemantauan pada pohon jambu air supaya tidak tergenang air dalam jangka waktu yang lama. Hal ini bisa merusak pohon jambu air.

Beberapa penjelasan mengenai proses budidaya jambu air di atas, bisa menjadi wawasan baru bagi sahabat tani yang memang berniat untuk membudidayakan pohon jambu air. Lakukanlah dengan maksimal dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *