Budidaya Ikan Lele yang Mudah dan Praktis

Budidaya Ikan Lele – Siapa di antara Anda sekalian yang tidak menggemari makanan lele? Baik digoreng, rica-rica, penyetan, dan lain sebagainya akan sangat lezat saat dikonsumsi. Dagingnya yang empuk dan rasanya yang khas menjadikan lele sebagai ikan favorite banyak keluarga di Indonesia. Nah, melihat hal tersebut, Anda bisa mengambil peluang untuk melakukan Budidaya ikan lele.

Kandungan gizi ikan tawar yang satu ini juga tinggi. Cara budidayanya yang mudah dan pakannya yang tidak sulit, membuat ikan lele banyak dibudidayakan oleh sahabat tani. Apakah Anda sudah tahu bagaimana tahapan membudidayakannya? Anda akan menemukan jawabannya pada artikel berikut ini.

Cara dan Tips Budidaya Ikan Lele yang Mudah

Sebenarnya, untuk membudidayakan lele tidaklah sulit, budidayanya kurang lebih memiliki cara yang sama seperti membudidayakan ikan pada umumnya. Hanya saja, setiap ikan tentunya memiliki ciri dan karakteristik tersendiri. Berikut adalah cara serta tipsnya untuk sahabat tani!Budidaya Ikan lele

  1. Memahami Kebutuhan atau Syarat Hidup Lele

Lele adalah ikan yang tidak susah dalam pemeliharaannya. Sejatinya, air dengan kondisi bagaimanapun akan dapat membuat lele bertahan hidup. Meskipun demikian, bagi Anda yang memang ingin membudidayakannya harus memperhatikan syarat hidup ikan lele dengan baik.

Pertama, suhu yang ideal untuk bertahan hidup bagi lele adalah sekitar 26 derajat hingga 32 derajat celcius. Jika Anda meletakkannya di bawah angka suhu tersebut, biasanya proses pencernaan lele akan terganggu. Sedangkan, jika suhunya di atas range suhu ideal, lele akan mempunyai proses pencernaan yang terlalu cepat.

Sedangkan untuk tempat atau lokasi sendiri, sebenarnya ikan ini tidak memiliki kriteria yang khusus. Anda dapat menempatkannya di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Dalam hal ini yang perlu Anda perhatikan adalah masalah pH, yakni sahabat tani harus sekitar pH 7 hingga 8.

Hal-hal tersebutlah yang paling penting untuk sahabat tani perhatikan jika ingin memulai Budidaya ikan lele. Meskipun ada syarat-syarat penambah lainnya, tetapi dengan terpenuhinya syarat-syarat tersebut, maka usaha Anda akan aman.

Baca Juga : Coba 6 Pakan Lele Alternatif untuk Budidaya Lele Lebih Baik

  1. Menyediakan Kolam untuk Pembesaran Lele

Berbeda dengan kolam pembenihan lele yang harus besar, untuk pembesaran sebenarnya lebih simpel lagi. Anda hanya perlu menyiapkan kolam dengan ukuran 2 x 5 m. Dengan kolam yang sebesar itu, sudah dapat menampung ikan kira-kira sebanyak 1000 ekor.

Bagaimana dengan jenis kolamnya? Anda bisa menggunakan berbagai macam jenis kolam. Anda bisa menggunakan kolam terpal, kolam beton, kolam tanah, dan lain sebagainya. Jika Anda ingin menghemat biaya, Anda bisa menggunakan kolam terpal, karena selain praktis harganya pun murah.

Menggunakan kolam tanah juga boleh Anda pilih jika memang itu yang Anda inginkan. Kelebihan dari kolam tanah adalah mampu menyediakan pakan alami untuk lele. Tetapi, hal yang menjadi kelemahan dari kolam yang satu ini adalah kemungkinan terkena hama penyakit.

  1. Mencari Benihan Lele yang Berkualitas

Untuk membudidayakan ikan lele, maka hal yang harus Anda lakukan adalah mencari benih yang berkualitas. Tanpa benih yang berkualitas, maka hasil ternak atau Budidaya Ikan Lele sahabat tani juga tidak akan baik. Ada beberapa ciri atau syarat yang harus dipenuhi jika ingin mendapatkan hasil ternak lele yang berkualitas, syarat benih yang baik antara lain:

  1. Ukuran dari benihan lele besarnya antara 5 hingga 7 cm. Sebaiknya, Anda juga memilih benih yang memiliki ukuran relatif sama.
  2. Apabila dilihat dari segi proporsi tubuhnya, benihan lele yang berkualitas memiliki proporsi yang seimbang antara tubuh dan juga kepalanya.
  3. Pastikan bahwa tubuh dari benihan lele bebas dari cacat. Anda bisa melihatnya dari ujung ekor hingga ujung kepala maupun sungut ikan lele.
  4. Ikan lele yang baik memiliki sungut yang berseri atau tidak berwarna pucat.
  5. Jika ditinjau dari gerak geriknya, ikan lele yang berkualitas umumnya akan cukup lincah dan aktif. Lele yang kurang baik kualitasnya umumnya akan menggantungkan tubuhnya di dalam air.

Jadi, ketika Anda memilih benihan lele, maka Anda harus memperhatikan betul-betul tentang bagaimana ciri-cirinya. Dengan begitu, kesempatan Anda untuk berhasil dalam Budidaya lele akan semakin tinggi.

  1. Persiapan untuk Menebar Benih Lele

Jika kolamnya telah siap,maka selanjutnya adalah proses penebaran benih. Secara umum, tahapannya adalah dengan mengisi air pada kolam. Langkah kedua adalah dengan melakukan pemupukan.

  1. Eksekusi Penebaran Benih Lele

Ada waktu yang baik untuk menebar benih lele, yakni pada saat pagi atau sore hari. Hal ini supaya menghindari lele terkena sinar matahari. Sinar matahari dapat menyebabkan suhu air menjadi meningkat dan ini berpotensi membuat lele Anda mati karena stres.

Anda dapat meletakkan benih ikan lele tersebut di wadah plastik, sebelum meletakkannya pada kolam. Saat menebarkan benih, usahakan memiringkan wadah plastik dan mengeluarkannya secara perlahan, agar ikan lele tidak stres maupun kaget.

Ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan di budidaya iklan lele. Setelah benih ikan lele telah tersebar, maka Anda harus memerhatikan tahapan selanjutnya. Tahapan selanjutnya adalah proses pemeliharaan benih lele. Hal yang harus Anda perhatikan untuk ini adalah masalah pakan dan juga pengelolaan air.

Air yang bagus untuk lele adalah air yang tidak diganti hingga masa panen datang. Selain itu, kondisi air yang ditinggali lele haruslah tenang dan juga tergenang. Jangan sering menguras air karena itu akan memengaruhi pH dari ekosistem lele.

Meskipun tidak boleh mengganti air, Anda diperbolehkan untuk menambahkan air setelah benih dimasukan kedalam kolam. Anda dapat menambahkan air bertahap secara bersamaan ketika Anda memberikan jenis pakan yang lain, hingga air yang ada mencapai tinggi 120cm.

Pakan untuk lele sangat beragam. Anda bisa memberikan makanan lele berupa keong mas, cacing, plankton, pelet, dan lain sebagainya. Dalam sehari, idealnya Anda memberi makan lele Anda sebanyak 5 hingga 6 kali sehari dengan rentang waktu 2 hingga 3 jam.

Jangan memberikan makan lele saat turun hujan. Anda bisa menundanya sampai hujan turun beberapa saat kemudian. Hal ini ditakutkan pakan akan tercampur dengan zat asam yang ada pada hujan. Ini juga akan membuat kesehatan lele Anda menjadi terganggu.

Setelah Anda merawat lele, Anda bisa memanennya kira-kira 2-3 bulan berikutnya. Umumnya, 7 hingga 8 ekor sudah memiliki berat satu kilogram. Anda dapat menggunakan alat memanen yang halus serta licin, supaya tidak melukai lele Anda. Cara panen dapat dilakukan dengan menyurutkan kolam, kemudian menyeroknya menggunakan alat serokan, lakukanlah dengan pelan dan hati-hati.

Budidaya lele memang dapat dikatakan sangat berpotensi untuk dikembangkan sahabat tani. Hal ini disebabkan karena jenis ikan yang satu ini sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Dengan mengikuti langkah dan tips di atas, maka Budidaya ikan lele bukanlah hal yang sulit.

1 komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *