Panduan Budidaya Ikan Kerapu Lengkap Hingga Bisa Panen Besar

Diposting pada

Ikan kerapu termasuk jenis ikan yang laris di pasaran, bahkan harga jualnya terbilang tinggi. Oleh sebab itu, banyak pelaku bisnis pemula yang mulai mengincar usaha budidaya ikan kerapu. Berikut akan diulas secara lengkap mengenai cara atau langkah memulai usaha pembudidayaan ikan kerapu, mulai dari mempersiapkan kolam ikan, hingga proses pemanenan yang menjanjikan keuntungan berlimpah.

Menentukan Lokasi Kolam

Salah satu faktor penting saat sahabat tani akan membudidayakan ikan kerapu adalah penentuan lokasi yang tepat. Lokasi untuk kolam ikan kerapu sebaiknya berada di area yang tidak terlalu jauh dari sumber air laut dan sumber air tawar. Selain itu, sebaiknya berada di area yang jauh dari daerah industri. Pastikan bahwa lokasi tersebut bebas dari pencemaran lingkungan serta luapan air sungai.

Pemilihan lokasi kolam ikan yang baik, tentu akan berpengaruh pada hasil dari budidaya ikan kerapu, sehingga kualitas dan kuantitas hasil budidaya tersebut menjadi lebih maksimal. Selain pemilihan lokasi, sahabat tani juga perlu memerhatikan tekstur tanah dalam pembuatan kolam ikan, yaitu jenis tanah lempung berliat, liat berpasir dan liat berlumpur, serta pH netral antara 7,5-8,5. Selain itu, suhu di lingkungan sekitar antara 25-32 derajat celcius.

Budidaya Ikan Kerapu

Memilih Benih Ikan Kerapu yang Berkualitas

  1. Berdasarkan Cirinya

Panen ikan kerapu dengan hasil melimpah dan memuaskan bisa terjadi, jika sahabat tani sangat jeli dalam memilih benih ikan kerapu yang akan dibudidayakan. Pilih benih ikan kerapu yang ciri-cirinya adalah seperti berikut ini:

  1. Warna cerah.
  2. Bergerak aktif dan lincah.
  3. Memiliki nafsu makan tinggi.
  4. Tidak cacat (memiliki anggota tubuh yang lengkap).
  1. Berdasarkan Jenisnya

Selain ciri-ciri benih ikan kerapu, sahabat tani juga perlu tahu mengenai jenis benihnya, yang dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu, benih ikan kerapu yang berasal dari hasil tangkapan dan benih ikan kerapu yang berasal dari pembenihan mandiri.

Jenis Ikan Kerapu

  • Benih Hasil Tangkapan

Kelebihan dari benih ikan kerapu yang berasal dari hasil tangkapan adalah sahabat tani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli benih tersebut, sebab Anda bisa langsung menangkapnya di laut. Sedangkan untuk faktor kekurangannya, benih hasil tangkapan langsung dari laut itu lebih rentan terkena penyakit, ukurannya tidak seragam, cukup repot dalam menangkapnya serta rentan memiliki cacat tubuh.

  • Benih Pembenihan Mandiri

Kelebihan dari benih ikan kerapu yang berasal dari metode pembenihan mandiri adalah kualitas dari benih tersebut yang lebih terjamin. Namun, untuk faktor kekurangannya adalah sahabat tani perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli benih tersebut.

Sebenarnya, ada cara lain untuk mendapatkan benih ikan kerapu, yaitu dengan cara menyediakan benih ikan sendiri, yaitu dengan cara-cara berikut ini:

  • Untuk bisa mendapatkan benih ikan kerapu berkualitas, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan seleksi calon indukan. Setelah itu, calon indukan akan dipijah dan dipelihara di dalam kurungan apung yang diletakkan di laut dengan padat penebaran induk antara 7,5 – 10 kg/m3.
  • Pada saat akan dipijahkan, induk kerapu terlebih dahulu harus dipindahkan ke dalam bak pemijahan. Pastikan dalam bak tersebut diisi dengan air laut yang bersih sedalam 1,5 meter dan salinitas airnya 32% setiap harinya, mulai dari jam 09.00-14.00 WIB. Setelah itu, naikkan dan turunkan permukaan air secara berkala.
  • Saat Anda menurunkan permukaan air pada pukul 09.00 WIB, pastikan hingga kedalaman 40 cm dari dasar bak pemijahan, setelah lewat pukul 14.00 WIB, naikkan lagi permukaan air ke posisi semula setinggi 1,5 meter. Terus lakukan cara ini hingga induk ikan kerapu dapat memijah secara alami. Saat proses pemijahan selesai, maka telur bisa langsung Anda pindahkan ke dalam bak khusus.
  • Bak khusus untuk tempat penetasan telur hingga menjadi larva adalah bak yang terbuat dari bahan beton dengan ukuran 4x1x1 meter. Sebelum digunakan, setidaknya 3 hari sebelum penggunaan, bak tersebut harus dibersihkan hingga steril dengan menggunakan larutan klorin yang kadarnya antara 50-100 ppm. Selanjutnya, beri larutan natrium theosulfat ke dalam bak hingga aroma klorin menghilang.
  • Sehari sebelum proses memasukkan telur ke dalam bak khusus, sahabat tani perlu mengisi kolam dengan air laut yang kadar garamnya mencapai 32%. Selain itu, sahabat tani juga perlu memastikan suhu air dalam bak tersebut antara 27-28 derajat celcius. Selanjutnya, masukkan telur ke dalam bak khusus tersebut dan telur akan mengapung di permukaan air.
  • Pertama yang perlu dilakukan setelah telur menetas, yaitu dalam dua hari pertama tidak perlu memberikan pakan. Baru pada hari ketiga, Anda memberikan makan pada larva dengan rotifera brachionus plicatilis dengan dosis 1 – 3 ekor per ml serta phytoplankton chlorella sp dengan dosis 5.10–10 sel per mililiter selama 16 hari dengan penambahan dosis bertahap dari 5-10 ekor per ml.
  • Sahabat tani juga bisa memberikan pakan tambahan naupli artemia, ketika larva ikan berusia 9 hari dengan dosis 0,25 – 0,75 ekor per milliliter, selama 25 hari dengan peningkatan dosis mulai dari 2-5 ekor per mililiter. Di hari ke-17, Anda perlu memberikan pakan artemia kecil dan secara bertahap beri pakan artemia setengah dewasa lalu artemia dewasa hingga larva ikan mencapai umur 50 hari.
  • Langkah terakhir, proses pemeliharaan larva ketika larva ikan tersebut sudah terlihat mengalami perubahan bentuk menjadi benih ikan. Jika sudah seperti itu, maka sahabat tani bisa memberikan pakan berupa cincangan daging ikan.

Memberikan Pakan dan Vitamin

Setelah benih ditebarkan, maka proses berikutnya yang harus dilakukan adalah membesarkan ikan hingga mencapai ukuran yang siap untuk dipanen. Untuk membesarkan ikan kerapu dibutuhkan pemberian pakan yang cukup dan lingkungan yang sehat. Oleh sebab itu, sahabat tani perlu sering memberi makan setidaknya 3 kali dalam sehari.

Selain pakan yang cukup sesuai dengan ukuran ikan, sahabat tani juga perlu untuk memberikan beragam vitamin, agar proses pembesaran ikan semakin maksimal. Pemberian vitamin yang diperlukan ikan kerapu bisa dilakukan dengan cara ini:

  1. Multivitamin

Ikan kerapu yang dibudidayakan di dalam kolam ikan terbilang rentan terhadap penyakit apalagi jika terjadi cuaca ekstrim sehingga tiba-tiba ikan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu dibutuhkan pemberian multivitamin untuk daya tahan tubuh ikan. Pemberian multivitamin juga bisa meningkatkan kecerahan warna tubuh ikan dan membuat pergerakannya menjadi lebih aktif.

  1. Vitamin C

Ikan kerapu yang dibudidayakan di dalam kolam ikan juga membutuhkan vitamin C. Oleh sebab itu, 2 kali seminggu, sahabat tani bisa mencampurkan vitamin C ke dalam makanan ikan. Pemberian vitamin C tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya tahan dan memberikan warna kulit yang lebih terang.

Memeriksa Ikan secara Berkala

Tahapan budidaya ikan kerapu berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan ikan secara berkala. Hal tersebut perlu dilakukan, agar sahabat tani bisa memastikan bahwa pertumbuhan dari ikan kerapu yang dipelihara itu normal sekaligus berfungsi untuk mengetahui jumlah ikan yang berpotensi bisa dipanen.

Proses pemeriksaan ikan ini bisa dilakukan dengan cara sampling menggunakan 10% dari jumlah ikan kerapu yang ada dalam kolam tersebut. Sampling perlu dilakukan setiap bulan, agar sahabat tani bisa mengetahui jumlah kematian ikan sekaligus penyebab dari ikan-ikan yang mati itu. Umumnya, ikan kerapu mati dalam proses budidaya disebabkan karena:

  1. Sifat Kanibal Ikan Kerapu

Perlu diketahui bahwa ikan kerapu termasuk ke dalam kategori ikan buas yang bersifat kanibal. Oleh sebab itu, peluang terjadinya kanibalisme antar ikan kerapu sangat besar. Hal seperti itu, membuat sahabat tani harus lebih sering melakukan pengelompokan berdasarkan ukuran tubuh ikan.

Kolam ikan kerapu memang harus diisi dengan ikan yang berukuran sama, untuk memperkecil peluang saling memangsa. Selain itu, jangan mencampur ikan kerapu yang masih berukuran kecil dengan ikan yang lebih besar, sebab hal seperti itu hanya akan membuat pemberian pakan tidak merata, karena ikan kerapu kecil akan kalah bersaing dalam proses pengambilan pakan.

  1. Penyakit

Ikan kerapu juga rentan terhadap penyakit, oleh sebab itu sahabat tani perlu memastikan bahwa kondisi dari lingkungan sekitar kolam ikan tersebut bebas dari pencemaran lingkungan. Selain itu, sahabat tani juga perlu melakukan pengaturan air, agar air di dalam kolam tidak keruh. Air yang keruh hanya akan menghambat pertukaran oksigen dalam kolam.

Panen

Setelah ukuran ikan kerapu sudah sesuai dengan permintaan pasar yang berkisar antara 1-3 kg, maka itu artinya ikan siap dipanen. Proses pemanenan ikan sebaiknya dilakukan di pagi hari setelah sahabat tani memberikan pakan. Selain itu, saat sahabat tani memanen ikan kerapu, lakukan dengan menggunakan jaring secara hati-hati, agar tidak membuat tubuh ikan menjadi terluka.

Budidaya ikan kerapu menggunakan metode yang tepat akan menghasilkan prospek bisnis yang cerah, namun jika dikerjakan secara asal-asalan, tentu akan memberikan hasil di bawah harapan. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk menekuni usaha pembudidayaan ikan, sahabat tani perlu lebih teliti dalam menggali dan mempelajari segala informasi tentang budidaya ikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *