Budidaya Ikan Gabus

Diposting pada

Ada banyak jenis ikan yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar di Indonesia. Salah satu jenis ikan yang berpotensi tersebut adalah budidaya ikan gabus. Ikan gabus memiliki rasa yang lezat dan juga kandungan gizi yang tinggi. Ikan ini banyak diolah untuk berbagai jenis masakan mulai dari masakan rumahan hingga dijual di restoran-restoran mewah.

Lalu bagimana tentang budidaya ikan yang satu ini? sulitkah untuk membudidayakan ikan gabus? apa tahap-tahap yang harus dilalui? Jika itu yang ingin sahabat tani ketahui, maka Anda berada di artikel yang tepat.

Budidaya Ikan Gabus
Sumber : twitter.com

Tentang Ikan Gabus

Sebelum melangkah pada tahapan budidaya ikan gabus. Hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah memahami tentang ikan ini. Jangan sampai Anda minim pengetahuan tentang ikan yang akan Anda budidayakan karena itu akan menjadi boomerang bagi Anda dikemudian hari.

Ikan gabus sebenarnya adalah jenis predator yang hidup di air tawar. Bahkan, saking ganas dan liarnya ikan ini, banyak dari para peternak ikan yang takut untuk membudidayakannya. Ikan ini adalah predator dari hampir berbagai jenis benih ikan. Bukan hanya benih ikan, terkadang ikan gabus juga akan memangsa serangga dan juga ikan dewasa lainnya.

Asal dari ikan gabus ini sebenarnya adalah dari Indonesia. Anda dapat menemukan ikan gabus di waduk, air tawar, sungai, dan lain sebagainya. Ikan gabus juga memiliki banyak nama lain di Indonesia seperti haruan, bogo, kutuk, licingan, dan masih banyak lagi.

Langkah-langkah dalam Budidaya Ikan Gabus yang Harus Anda Lakukan (Khususnya Pemula)

Setelah memahami tentang ikan gabus tersebut, selanjutnya adalah sesuatu yang sahabat tani tunggu-tunggu yakni cara pembudidayaannya. Langkah-langkah yang tersedia di bawah ini terdiri dari tujuh langkah yang sebaiknya harus Anda lakukan. Tahapannya antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Pemilihan tempat Untuk Budidaya Ikan Gabus

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika akan membudidayakan ikan gabus adalah memilih tempat pembudidayaaanya. Beberapa tempat yang lazim dipakai para sahabat tani antara lain adalah kolam beton, kolam terpal, dan juga kolam tanah. Anda bisa memilih satu dari antara tiga jenis kolam tersebut. Penjelasan atas tiga jenis kolam tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kolam tanah

Jika Anda memilih kolam tanah sebagai tempat budidaya gabus, maka Anda perlu menggali tanah yang dasar permukaannya sudah disesuaikan dengan kedalaman tertentu. Jangan lupa untuk menimbun pada bagian sisi kolam yang bertujuan agar ketinggian air kolam bisa Anda tambah sesuai dengan kebutuhan. Untuk airnya sendiri, Anda bisa mengambil dari anak sungai yang dialiri dari atas kolam.

Kolam ini memiliki beberapa kelebihan antara lain: berpotensi mendapatkan pakan alami, umumnya perairannya akan lebih subur, ada banyak potensi hewan-hewan atau pakan alami yang masuk saat pergantian air.

  • Kolam terpal

Jika dibandingkan dengan kolam tanah, maka kolam terpal memang lebih mudah. Ini cocok bagi Anda yang tidak menemukan media tanah yang datar. Untuk segi harga sendiri, juga lebih murah dibandingkan dengan kolam beton.

Ada banyak kelebihan yang akan Anda dapatkan jika Anda memilih menggunakan kolam terpal. Kelebihannya antara lain adalah tepat jika Anda berada di daerah yang tidak terlalu bagus dari segi tanah dan juga airnya, suhu di kolam dapat lebih stabil, dan juga tidak menimbulkan bau yang belebihan.

  • Kolam beton

Kolam beton juga direkomendasikan untuk Anda yang ingin membudidayakan ikan gabus. Meskipun dari segi harga memang cukup mahal, tetapi dapat dikatakan bahwa jenis kolam ini adalah jenis kolam terbaik untuk budidaya ikan gabus.

Berbagai keunggulan yang akan Anda dapatkan jika menggunakan kolam beton antara lain adalah air yang ada akan lebih bersih dan tidak mudah kotor, struktur kolam cenderung permanen sehingga awet, tidak perlu perawatan yang terlalu sering, gampang dibersihkan setelah masa panen, hasil panen berpotensi jauh dari bau tanah ataupun lumpur.

  1. Menentukan indukan gabus

Setelah masalah tempat beres, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menentukan indukan gabus. Sama seperti membudidayakan ikan apapun, Anda harus memilih indukan yang merupakan bibit unggul. Sedangkan cara untuk membedakan gabus jantan dan betina antara lain adalah:

  • Bagi ikan gabus jantan, maka umumnya ikan gabus tersebut memiliki kepala yang berbentuk oval. Sedangkan untuk betina, kepalanya cenderung berbentuk bulat.
  • Jika dilihat dari segi warna tubuh, maka gabus jantan memiliki warna yang cenderung lebih gelap jika dibandingkan betina. Betina gabus memiliki warna yang cukup terang dan kontras
  • Jika ditinjau dari lubang genitalnya, maka ikan gabus jantan mempunyai warna merah. Saat Anda menekannya, akan keluar cairan bening. Berbeda dengan betina, ketika Anda tekan maka yang keluar adalah telur.
  • Dilihat dari bentuk perutnya, perut ikan gabus betina lebih besar dibandingkan dengan gabus jantan.
  1. Pemijahan dan Penetasan Telur

Untuk pemijahan, Anda bisa mencampurkan indukan jantan dan betina pada tempat yang sama. Anda bisa melepaskan 20 hingga 30 indukan. Anda bisa membiarkan indukan tersebut dikolam selama 3 hingga 4 hari. Pastikan air yang ada tetap mengalir saat pemijahan sedang terjadi.

Setiap satu ikan gabus betina, biasanya akan bertelur hingga 11.000 telur. Telur tersebut kemudian akan menetas dalam waktu kurang dari satu hari. Anda tidak perlu memberi makan karena ia akan mampu hidup dengan cadangan makanan untuk dua hari ke depan.

  1. Perawatan Larva Gabus

Larva gabus memiliki umur yang masih sehat, setiap umur memiliki perawatannya tersendiri, secara singkat antara lain adalah sebagai berikut:

  • Umur dua hari

Setelah umur dua hari, Anda wajib memberikan makanan. Anda bisa memberinya artemia tiga kali dalam sehari.

  • Umur lima hari

Sebaiknya sahabat tani tetap memberi makan anakan gabus tiga kali sehari. Pada umur ini, Anda bisa menambahkan pakan Daphina.

  1. Penebaran Benih

Setelah anakan gabus berusia kurang lebih dua minggu, maka saatnya melakukan penebaran benih. Umumnya, ini akan dilakukan saat benih ikan tidak diberi makan setelah dua hari. Kemudian nantinya, sahabat tani bisa memberikan benih ikan tersebut berbentuk pellet atau makanan pabrik.

  1. Aturan Pemberian Pakan Ikan Gabus

Anda harus ingat sifat dasar dari ikan gabus yang cenderung rakus dan kanibal. Oleh karena itu, Anda harus memberikan pakan secara rutin. Anda juga bisa memberikan berbagai alternatif seperti sisa daging ampas, teri, anakan rayap dan lain sebagainya.

  1. Proses Panen

Gabus adalah ikan yang dapat bertahan lama. Anda bisa memanennya secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar pada waktu tertentu. Anda juga bisa melakukan sortir atas ikan gabus Anda. Anda bisa memisahkan antara gabus besar dan gabus kecil. Hal ini bertujuan untuk menghindari gabus kecil dimangsa oleh gabus besar.

Tujuh tahapan diatas sangat mudah dan simpel asalkan Anda tahu bagaimana cara implementasiannya. Budidaya Ikan gabus bisa menjadi pilihan yang tepat bagi sahabat tani yang ingin memperoleh keberhasilan dalam pembudidayaan dan ternak ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *