Begini Langkah-Langkah Budidaya Ayam Petelur

Diposting pada

Berbicara tentang ayam petelur, cukup banyak masyarakat yang berminat untuk membudidayakan salah satu komoditas peternakan ini. Selain telur yang memiliki harga sangat baik, budidaya ayam petelur memiliki cara yang sederhana dan cukup mudah untuk dikerjakan. Pada umumnya, tujuan dari budidaya ini yaitu untuk memperoleh hasil telurnya. Per tahun satu ayam dapat bertelur 200 butir.

Hal itu akan berbeda dengan ternak ayam pedaging, tujuannya adalah mendapatkan daging ayam tersebut. Ketika Anda ingin untuk mencoba untuk budidaya, terdapat beberapa langkah yang perlu untuk diperhatikan agar memperoleh hasil seperti harapan sahabat tani. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk budidaya ayam petelur.

Budidaya Ayam Petelur
Sumber : id.pinterest.com

Jenis-jenis pada Ayam Petelur

Ayam Petelur Coklat

Ayam petelur dengan warna telur yang berwarna coklat ini  memiliki nama sebutan lain yaitu ayam medium. Ayam ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

    • Telur yang dihasilkan berwarna coklat.
    • Memiliki telur yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan telur pada ayam petelur putih.
    • Bisa difungsikan juga untuk diambil dagingnya (ayam pedaging).
    • Telur yang dihasilkan mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan dengan ayam petelur putih.
    • Ayam petelur yang jenisnya cukup sulit ditemukan.

Ayam Petelur Putih

Ayam ringan adalah nama lain dari ayam petelur putih, ciri-ciri yang dimiliki yaitu:

    • Telur yang dihasilkan berwarna putih.
    • Jenis ayam ini memiliki kesensitifan terhadap panas dan suara yang bising.
    • Ayam ini beratnya ringan.
    • Jenis ayam yang gampang dijumpai.

Bibit pada Budidaya Ayam Petelur

Sahabat tani dapat memperoleh bibit ayam petelur dengan dua langkah. Pertama dapat dilakukan sendiri yaitu dengan menetaskan telurnya. Kedua adalah dengan membeli anakan dari seorang petani ayam petelur di tempat sekitar Anda. Meskipun ayam petelur ini mudah untuk didapatkan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

    • Bibit yang diperoleh asalnya dari indukan dengan kualitas yang baik dan sehat.
    • Bibit ayam mempunyai bulu yang halus.
    • Bibit ayam mempunyai perkembangan yang cepat.
    • Nafsu makan pada bibit ayam petelur cukup tinggi.
    • Tidak cacat dan berat badannya ideal.

Kandang

Banyaknya jumlah ayam ketika melakukan budidaya ayam petelur akan berpengaruh juga terhadap besarnya kandang yang dibuat. Pada umumnya, terdapat dua tipe jenis atau tipe ayam yang dapat Anda jadikan pertimbangan ketika hendak memulai untuk budidaya. Tipe kandang tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Koloni atau Umparan

     Kandang tipe ini merupakan sebuah kandang besar untuk meletakkan semua ayam secara bercampur. Biasanya kandang jenis ini dipakai untuk beternak ayam dengan tujuan diambil dagingnya, namun banyak juga memilih untuk budidaya ayam petelur karena mempunyai bentuk yang lebih sederhana.

     Kekurangannya yaitu telur yang dihasilkan akan tersebar ke seluruh sudut ruangan, bahkan bisa tidak terambil.

  • Baterai

     Kandang tipe baterai biasanya adalah kandang yang disediakan khusus untuk ayam petelur. Biasanya, satu ekor ayam akan mengisi satu kandang. Hal itu berarti apabila jumlah kandang yang dimiliki harus sebanding dengan ayam petelur. Jika seperti itu, risiko telur tersembunyi dan tidak terambil akan menurun.

Tempat

Tempat menjadi hal vital yang perlu untuk Anda pikirkan. Hal itu akan berpengaruh pada bau tak sedap yang berasal dari ayam atau kotoran yang dihasilkan. Selain baunya, resiko tersebarnya penyakit terhadap manusia menjadi sangat besar apabila jarak pemukiman dan kandang terlalu dekat. Hal-hal tersebut jelas sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian yaitu:

  • Jarak yang harus jauh dengan pemukiman warga. Selain masalah bau yang timbul dan faktor kesehatan, jauhnya kandang dengan pemukiman meminimalisasi ayam menjadi stres akibat dari suara yang berasal dari warga yang berada di pemukiman.
  • Lokasinya tidak berpindah-pindah (tetap).
  • Mudah untuk dijangkau.

Pakan

Pakan yang diberikan untuk ayam petelur ada beberapa macamnya. Pilihan yang sering dipakai adalah tepung ikan, sentrat, atau jagung. Pada masing-masing jenis pakan tersebut mempunyai fungsi dan kelebihan tersendiri bagi ayam. Maka dari itu, ayam petelur perlu memperoleh variasi makanannya agar nutrisi yang didapatkan seimbang dan cukup.

Pakan yang diberikan pada bibit budidaya ayam petelur terbagi menjadi 2 fase. Pertama yaitu fase starter, pemberian pakan pada ayam yang berusia 0 hingga 4 minggu. Kedua adalah fase finishing, pemberian pakan dilakukan dengan intensitas 3 kali per hari, serta setiap minggu jumlahnya akan ditambah.

 Minuman

Di hari yang pertama, bibit ayam diberikan minuman dengan campuran obat anti stress dan campuran gula. Obat anti stres biasanya diberikan pada ayam yang baru saja didatangkan atau dipindahkan dari tempat lainnya, agar ayam menjadi tenang serta mudah melakukan adaptasi. Ayam yang mengalami stres dapat menyebabkan turunnya produktivitas dalam menghasilkan telur.

Kebersihan pada Lahan

Ayam-ayam yang sehat dan terjaganya kualitas telur yang dihasilkan tentunya juga dikarenakan faktor kebersihan kandang. Kebersihan tersebut berupa kebersihan kandang, tempat makan, dan minum, serta lingkungan kandang. Kotoran pada kandang sebaiknya dibersihkan setiap hari, agar tempat yang sehat untuk ayam lebih optimal.

Vaksinasi Ayam Petelur

Vitamin dan nutrisi untuk ayam biasanya dilakukan melalui sarana vaksinasi sebagai menjaga daya tahan tubuh dan untuk kesehatan ayam. Dilakukan dengan cara dicampurkan langsung ke dalam makanan ayam. Selain rutin memberikan vaksin, ayam juga perlu diperiksa kesehatannya secara rutin. Hal itu berfungsi sebagai deteksi dini apabila ayam terserang penyakit.

Apabila benar ada ayam sakit, Anda dapat memisahkannya dari ayam sehat yang lainnya. Tujuan dari hal itu adalah ayam yang sehat dan tidak tertular yang sakit. Setelah melakukan pemisahan, sahabat tani bisa melakukan perawatan yang lebih insentif dengan cara memberikan nutrisi dan vitamin yang cukup hingga keadaan ayam sehat kembali.

Panen

Telur ayam dapat dipanen sebanyak tiga kali di dalam satu hari, bisa dilakukan pada waktu sore, pagi atau siang hari. Meskipun dapat mengambil telur tiga kali dalam sehari, tidak semua telur yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik. Selalu ada saja telur dengan kualitas abnormal. Sahabat tani dapat membedakan telur berkualitas abnormal dan normal, contohnya melihat bentuknya.

Bentuk oval dan berukuran besar dimiliki oleh telur ayam yang normal, namun telur ayam yang abnormal memiliki bentuk yang lonjong serta ukuran kecil bahkan dapat juga berbentuk lonjong. Kulit telur ayam abnormal lebih tebal dibandingkan dengan telur yang normal. Selain melihat bentuknya, dapat dilakukan dengan cara lain yaitu menceburkan telur ke dalam air.

Telur yang mengambang di air berarti bahwa telur tersebut telah busuk, jika melayang menandakan telur itu kualitasnya kurang baik, serta kualitas telur baik apabila telur tenggelam ke dalam air. Setelah mengetahui beberapa hal penting pada artikel budidaya ayam telur di atas, Anda dapat mempraktikkannya secara langsung. Hal seperti tempat dan kesehatan juga perlu diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *