Buah Merah Papua yang Kaya Manfaat

Diposting pada
Buah Merah Papua
Sumber : twitter.com

Bagi sebagian orang, nama buah merah papua masih asing terdengar. Namun, walaupun tidak semua orang mengetahuinya, buah merah merupakan salah satu buah khas Papua yang memiliki banyak manfaat dengan bentuk buah yang unik. Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati paling banyak, salah satunya adalah tanaman buah merah ini.

Buah Merah Papua yang Kaya Manfaat

Buah merah yang memiliki nama ilmiah Pandanus Conoideus merupakan jenis tumbuhan yang tergolong ke dalam pandan-pandanan. Masyarakat di Wamena menyebut buah ini dengan nama kuansu. Selain sebagai makanan, buah ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai obat tradisional. Buah ini berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, misalnya cacingan.

Pohon buah merah memiliki bentuk yang mirip dengan tanaman pandan. Daun buah merah memiliki bentuk langset dan berwarna hijau tua dengan ujung daun yang runcing. Buah merah memiliki bentuk lonjong dengan kuncup yang tertutup. Panjang buah ini bisa mencapai 102 cm dengan bobot yang mencapai 8 kg per buah.

Buah ini memiliki warna hijau, ketika masih muda dan warna merah terang ketika buah telah matang. Buah merah juga bisa diolah menjadi ekstrak. Minyak dari ekstrak buah merah memiliki harga yang tinggi yaitu mencapai Rp 1,5 juta per liter. Sementara itu, harga buah merah matang yaitu sekitar Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per buah.

Budidaya Buah Merah Papua

Melihat khasiat buah merah yang bagus bagi kesehatan, banyak orang yang mulai melakukan budidaya buah merah. Buah merah merupakan buah yang mudah tumbuh dalam berbagai kondisi, tetapi idealnya tanaman ini tumbuh di suhu 23-33 derajat celcius. Berikut merupakan cara budidaya buah merah yang bisa Anda lakukan:

  1. Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan untuk menanam buah merah harus dibersihkan dari tanaman pengganggu. Tanah digemburkan dengan cara dicangkul sedalam 15 sampai 20 cm. Setelah itu, sahabat tani perlu membuat petakan dengan ukuran 10 meter dan parit kira-kira 0,5 meter untuk drainase.

  1. Persiapan Bibit Tanaman

Sahabat tani bisa melakukan pembibitan sendiri dari biji atau menggunakan cara stek. Pembibitan yang dilakukan dari stek tunas harus berasal dari batang yang sudah tua dan berwarna abu-abu. Panjang stek sekitar 50 cm dengan diameter 2-3 cm.

Penanaman stek dilakukan di bedengan semai yang memiliki jarak tanam 60 x 60 cm. Media semai yang bisa digunakan adalah tanah topsoil yang sebelumnya sudah dicampur kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Perakaran dan daun stek mulai muncul ketika tanaman berumur 1-2 minggu. Setelah 3 minggu, sahabat tani akan melihat 4-5 helai daun, yang artinya bibit siap dipindahkan ke polybag. Bibit buah merah siap ditanam di lahan setelah berumur kira-kira 1 sampai 2 bulan.

  1. Tahap Penanaman Buah Merah

Untuk melakukan penanaman buah merah, sahabat tani membutuhkan jarak tanam dengan ukuran 6 x 6 m atau 8 x 8 m. Di setiap petak, Anda bisa menanam dua baris tanaman dan di antara petak tersebut, Anda perlu menanam pohon pelindung. Lubang tanam yang disarankan untuk menanam pohon merah adalah 50 x 50 x 50 cm.

Agar buah merah bisa tumbuh dengan nutrisi yang cukup, sahabat tani bisa mencampur tanah bekas galian dengan kompos atau pupuk kandang. Bibit buah merah ditanam ke dalam lubang yang sudah disiapkan dan benamkan hingga sebatas leher akar.

  1. Tahap Pemeliharaan

Tanaman buah merah tidak membutuhkan pupuk kimia untuk tumbuh dan berkembang. Kebutuhan nutrisi buah merah bisa terpenuhi dengan pupuk kandang atau kompos yang diberikan 2-3 kali setiap tahun.

Pemeliharaan tanaman buah merah dilakukan di awal masa pertumbuhan, Anda perlu melakukan pemangkasan pada daun-daun tua, sehingga pertumbuhan tanaman bisa berlangsung lebih cepat. Selain itu, lakukanlah pemangkasan ketika tanaman sudah mencapai ketinggian 1 sampai 2 meter.

Pertumbuhan pohon pelindung juga harus selalu dikontrol, jika sudah rimbun maka harus dipangkas agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman buah merah. Proses pemeliharaan yang baik akan membuat tanaman memiliki percabangan lebih cepat, kira-kira dalam waktu 2 tahun dan berbuah 6 bulan kemudian setelah tumbuh cabang.

  1. Masa Panen dan Pasca Panen Buah Merah

Buah merah akan tumbuh tegak di setiap percabangan tanamannya. Setelah itu, buah akan merunduk dan menggantung di bawah percabangan. Jika sahabat tani melihat daun-daun yang membungkus buah mulai terbuka, maka artinya buah merah sudah siap untuk dipanen.

Cara panen buah merah yaitu dengan cara menjepit buah merah menggunakan ujung galah, putar dan tarik. Setelah panen, Anda harus segera melakukan pengolahan, karena buah merah akan busuk dalam waktu 3 sampai 4 hari. Dalam satu tahun, buah ini bisa dipanen 2 sampai 3 kali dan mencapai produksi optimal di umur 10 hingga 15 tahun.

Manfaat Buah Merah Papua

Banyak orang Papua yang memiliki kekebalan tubuh dan kemampuan penglihatan yang baik, salah satunya diperoleh dari konsumsi buah merah. Berikut merupakan beberapa manfaat yang bisa sahabat tani dapatkan dari mengonsumsi buah merah, yaitu:

  1. Mencegah Penyakit Kanker

Buah merah memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas yang berbahaya. Radikal bebas dikenal sebagai salah satu hal yang menyebabkan penyakit kanker.

Buah merah mengandung karoten sebesar 7000 ppm serta tokoferol sebesar 11000 ppm. Karoten dan tokoferol merupakan jenis antioksidan yang bertugas untuk memperkuat kekebalan tubuh. Antioksidan dalam buah merah akan memperlancar aliran darah dan menambah kekebalan tubuh, sehingga produksi sel kanker dapat dicegah.

  1. Menjaga Kesehatan Penglihatan

Betakaroten adalah salah satu jenis vitamin A yang sangat Anda perlukan, agar mata memiliki penglihatan yang baik. Buah merah mengandung betakaroten yang tinggi dan ketika dikonsumsi akan memberikan manfaat bagi kesehatan penglihatan. Tidak heran, jika banyak orang Papua yang memiliki kesehatan mata yang bagus, karena mengonsumsi buah merah.

  1. Mencegah Risiko Diabetes

Diabetes bisa dicegah atau diobati menggunakan buah merah. Kandungan tokoferol yang terdapat di dalam buah bisa membantu tubuh mengontrol kadar gula darah. Tokoferol akan bertugas meningkatkan kerja pankreas, sehingga kerja hormon insulin menjadi lebih efektif dalam mengubah gula menjadi energi bagi tubuh.

  1. Membantu Mencegah Hepatitis B dan HIV/AIDS

Buah merah memiliki peranan yang sangat besar dalam meningkatkan kekebalan tubuh seseorang, sehingga sahabat tani yang mengonsumsi buah merah memiliki risiko yang lebih kecil terserang hepatitis atau HIV/AIDS.

Selain antioksidan, buah merah juga mengandung asam lemak omega 3 dan omega 9 yang memiliki manfaat sebagai antivirus. Antivirus akan menghambat pembentukan membran lipid virus, sehingga virus tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh.

Buah merah papua jarang terdengar dan cenderung sulit didapatkan seperti buah lainnya. Buah ini ternyata menyimpan banyak manfaat dan khasiat bagi tubuh. Melihat manfaatnya, tidak ada salahnya bagi sahabat tani jika ingin melakukan budi daya buah merah. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara langsung, direbus, atau dipanggang seperti yang biasa dilakukan masyarakat Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *