Buah Matoa Khas Papua

Diposting pada

Mungkin sahabat tani sudah mendengar mengenai buah matoa yang berasal dari Papua ini. Buah ini memang cenderung susah didapatkan di daerah lainnya di Indonesia. Matoa memliki rasa yang manis dan aroma harum yang khas. Buah ini memiliki keunikan tersendiri yang menjadikannya sebagai buah yang cukup langka.

Jika dilihat secara sekilas, mungkin matoa akan terlihat seperti kelengkeng. Tanaman matoa akan berbuah sekali atau dua kali dalam setahun. Matoa mengandung vitamin A dan vitamin E yang sangat bagus jika dikonsumsi oleh pria atau wanita. Apabila Anda mengonsumsi matoa secara rutin dalam jumlah yang cukup, maka matoa akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Anda.

Buah Matoa Khas Papua
Buah Matoa Khas Papua. Sumber: bukalapak.com

Buah Matoa Khas Papua

Matoa merupakan tanaman buah yang berasal dari Papua, pohon tanaman ini termasuk pohon besar, dengan rata-rata ketinggian bisa mencapai 18 meter. Buah matoa ini memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, namun buah ini juga mengandung glukosa jenuh. Sebaiknya, sahabat tani tidak mengonsumsi matoa dalam jumlah berlebihan pada satu waktu, karena akan membuat teler.

Tanaman matoa akan tumbuh dengan baik, jika ditanam pada ketinggian 20 sampai 400 meter di atas permukaan laut. Jenis matoa yang tumbuh di Irian Jaya memiliki rasa buah yang unik, seperti gabungan rasa durian dan lengkeng. Selain dimakan langsung, buah ini juga bisa dibuat manisan atau sirup.

Baca juga: 5 macam Tanaman Hortikultura dan Ciri Khasnya

Budidaya Tanaman Matoa
Budidaya Tanaman Matoa. Sumber: cintaihidup.com

Budidaya Tanaman Matoa

Budidaya matoa bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu generatif menggunakan biji dan vegetatif menggunakan cara cangkok. Kedua cara tersebut bisa sahabat tani pilih sesuai dengan keinginan Anda.  Berikut merupakan cara budidaya tanaman matoa menggunakan bibit hasil metode cangkok, yaitu:

  1. Pemilihan Bibit Tanaman
    Bagi Anda yang ingin melakukan budi daya matoa, Anda bisa melakukannya menggunakan biji atau bibit. Jika Anda ingin menggunakan bibit, maka pilih bibit hasil cangkokan dari pohon induk yang memiliki kualitas buah bagus dan pasti menghasilkan buah.Pilih satu cabang pohon yang tidak terlalu muda atau tidak terlalu tua, setelah memilih cabang pohon, lakukanlah pencangkokan pada bibit tersebut. Biarkan cangkok hingga keluar akar, potong dan pindahkan ke polybag.
  1. Persiapan Lahan Tanam
    Apabila sahabat tani tidak memiliki lahan yang besar, Anda bisa menanam matoa di dalam pot. Namun, jika Anda ingin matoa tumbuh besar dan menghasilkan buah secara optimal, maka Anda membutuhkan lahan dengan tanah yang gembur.Buat lubang tanaman dengan ukuran 50×50 cm dan kedalaman kira-kira 50 sampai 60 cm. Masukkan pupuk kandang ke dalam lubang hingga 2/3 bagian. Biarkan selama 1 bulan supaya pupuk bisa meresap dan tanah menjadi lebih stabil untuk ditanami.
  1. Penanaman Matoa
    Setelah bibit mencapai ketinggian sekitar 50 cm, maka sahabat tani bisa memindahkan bibit tersebut ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Buka polybag dengan hati-hati, masukkan bibit dan timbun menggunakan tanah. Jangan sampai Anda lupa, setelah ditanam, maka tanaman harus langsung disiram agar tanah menjadi lembab dan padat.
  1. Tahap Pemeliharaan Tanaman
    Walaupun Anda sudah memberi pupuk ketika olah lahan, Anda juga perlu memberikan tambahan pupuk lainnya. Pupuk diberikan agar bibit bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Lakukan pemupukan kira-kira dua bulan sekali, selama tanaman mengalami pertumbuhan aktif. Pupuk yang bisa diberikan yaitu pupuk NPK, urea, pupuk kandang, dan bioboost.Ketika tanaman telah berumur 3 tahun, maka sudah saatnya sahabat tani melakukan pemangkasan. Pemangkasan ini berfungsi agar matoa dapat menghasilkan lebih banyak cabang, sehingga buah yang dihasilkan bisa lebih banyak.

    Keberadaan gulma bisa mengganggu pertumbuhan tanaman, oleh karena itu Anda harus melakukan penyiangan. Penyiangan bisa dilakukan menggunakan cangkul untuk menghilangkan gulma yang mengganggu tanaman.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit
    Hama yang sering menyerang matoa adalah tikus kelelawar dan lalat buah yang akan memakan matoa yang matang, serta hama penggerek batang.
  1. Pemanenan
    Setelah matoa mencapai umur 4 tahun dari hasil cangkok, maka pemanenan sudah bisa dilakukan. Tetapi, jika sahabat tani melakukan budi daya matoa dari biji, maka setidaknya Anda membutuhkan waktu 6 tahun sampai berbuah.Buah matoa siap Anda panen ketika berumur 2 tahun, dihitung mulai dari waktu proses pembungaan. sahabat tani hanya perlu memotong tangkai tanaman menggunakan pisau yang tajam atau gunting untuk panen.

Baca juga: 5 Langkah Mudah Budidaya Timun yang Bisa Memberikan Hasil Melimpah

Manfaat Buah Matoa
Manfaat Buah Matoa. Sumber: pinterest.com

Manfaat Buah Matoa

Buah dan sayur memang memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh, termasuk matoa. Beberapa manfaat dari mengonsumsi buah matoa, yaitu:

  1. Menambah Daya Tahan Tubuh
    Ternyata mengonsumsi suplemen untuk menambah daya tahan tubuh belum cukup, jika Anda tidak mengimbangi dengan makanan yang mengandung vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Matoa memiliki kandungan vitamin C yang sangat berguna dalam meningkatkan daya tahan tubuh sahabat tani.Ketika Anda rutin mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C, termasuk matoa maka tubuh Anda dipastikan  tidak cepat merasa lemas dan sakit. Anda akan menjadi lebih sehat dan terlihat lebih bugar.
  1. Menurunkan Risiko Penyakit Kanker
    Kanker adalah salah satu penyakit yang mematikan, oleh karena itu penting sekali bagi Anda untuk selalu menjaga kesehatan, agar bisa terhindar dari risiko terkena penyakit kanker. Kandungan antioksidan di dalam buah matoa bisa membantu dalam menurunkan risiko penyakit kanker.Antioksidan dan vitamin C yang terdapat dalam matoa ini bisa menghalangi zat karsinogen yang berpotensi menyerang tubuh sahabat tani.
  1. Meningkatkan Kesuburan bagi Wanita dan Pria
    Selain antioksidan dan vitamin C, matoa juga kaya akan vitamin E yang berfungsi dalam kesuburan seseorang. Vitamin E yang ada pada matoa akan menjadi antibodi yang bertugas melindungi sel telur wanita. Sementara itu, jika matoa dikonsumsi oleh pria, maka kualitas sperma yang dihasilkan akan lebih baik.
  1. Melawan Stres
    Vitamin E dan senyawa lain yang terdapat dalam matoa bermanfaat dalam mengatasi stres yang terjadi karena banyak faktor. Matoa yang mengandung vitamin E dan senyawa-senyawa lain merupakan obat stres alami yang bisa Anda konsumsi secara rutin dan aman bagi tubuh. Jika sahabat tani mengonsumsi vitamin E, maka stres bisa teratasi dengan sendirinya.
  1. Melawan Infeksi Virus
    Virus merupakan organisme dengan ukuran sangat kecil yang jika berbahaya akan membuat tubuh menjadi bermasalah. Jika sahabat tani ingin terbebas dari virus yang berbahaya, maka Anda harus memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Matoa yang memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C bisa menekan pertumbuhan infeksi virus, seperti herpes dan flu.
  1. Menurunkan Darah Tinggi
    Di dalam matoa terkandung zat yang memiliki sifat diuresis. Hal itu berfungsi untuk meningkatkan jumlah cairan yang perlu dikeluarkan oleh tubuh. Cairan tubuh yang keluar dengan jumlah banyak, akan membuat kadar cairan di tubuh bisa kembali normal dan menyebabkan tekanan darah turun. Bagi Anda yang menderita darah tinggi, maka matoa merupakan buah yang tepat untuk dikonsumsi.

Walaupun buah matoa merupakan buah khas Papua, tidak menutup kemungkinan Anda bisa melakukan budidaya di rumah. Matoa merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Proses budi daya yang tepat akan membuat matoa tumbuh dengan bagus, dan bisa menghasilkan buah dengan rasa yang manis.

Baca juga: 10 Manfaat Durian untuk Kesehatan dan Kecantikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *