Belajar Budidaya Semangka untuk Usaha

Diposting pada

Buah semangka menjadi buah yang mudah sekali ditemui di Indonesia. Buah ini mengandung likopen yang berfungsi baik untuk antioksidan tubuh. Selain itu dari segi rasa, semangka memiliki rasa yang manis sehingga banyak orang yang menyukainya. Tak hanya itu, buah ini juga punya nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan sebagai usaha budidaya semangka.

budidaya semangka
Sumber : Youtube

Apa itu Tanaman Semangka?

Buah semangka yang berbentuk bulat dan berair yang sering kita jumpai berasal dari tanaman merambat yang disebut tanaman semangka. Sahabat tani perlu mengetahui, bahwa tanaman semangka adalah buah khas iklim tropis yang banyak ditemui di beberapa negara di dunia, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Brazil, Afrika Selatan dan lain-lain.

Semangka sangat disukai oleh manusia maupun binatang yang ada di wilayah tropis tersebut karena kandungan airnya yang sangat banyak dan rasanya yang manis. Tanaman semangka ini masuk ke keluarga labu-labuan (cucurbitaceae). Di Indonesia sendiri, buah ini sangat digemari hingga cocok untuk dibudidayakan untuk diambil hasilnya.

Baca Juga :

Jenis-jenis Semangka

Tanaman semangka banyak jenisnya. Namun banyak jenis yang tak terlalu disukai oleh konsumen dan jarang dibudidayakan. Konsumen dan petani semangka membagi dalam dua jenis besar semangka yang sering dibudidayakan di Indonesia, yaitu:

  • Semangka Lokal

Jenis semangka pertama adalah semangka lokal. Menurut riwayatnya, semangka ini berasal dari Afrika, namun seiring perjalanannya ia telah sukses dibudidayakan di Indonesia dan menjadi buah khas nusantara. Beberapa jenis semangka yang termasuk semangka lokal antara lain Semangka Hitam Pasuruan, Semangka Batu Sengkaling dan Semangka Bojonegoro.

  • Semangka Hibrida Impor

Semangka yang satu ini sesuai dengan namanya diimpor dari luar negeri. Tak Cuma itu, buah ini merupakan hasil persilangan atau hibridisasi beberapa jenis semangka yang punya keunggulan tersendiri. Semangka hibrida impor terdiri dari semangka hibrida berbiji (haploid) dan semangka hibrida non biji (triploid).

Syarat Tumbuh Semangka

Sebelum menuju budidaya semangka, sahabat tani harus mengetahui terlebih dulu beberapa syarat tumbuh semangka. Pemenuhan syarat-syarat berikut ini membuat pertumbuhan semangka menjadi baik.

  1. Iklim semangka cocok ditanam di daerah beriklim tropis, seperti Indonesia.
  2. Lahan semangka cocok ditanam di tanah bertekstur gembur, subur, tidak terlalu kering maupun basah.
  3. Kondisi geografis semangka cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian tempat sekitar 100-300 meter dpl.
  4. Syarat tambahan sebelum menanam semangka, perlu mempertimbangkan aspek seperti tanaman lain di sekitar semangka, faktor keamanan dan pengelolaan hama dan penyakit.

Cara dan Pedoman Budidaya Semangka

  • Persiapan Lahan

Langkah pertama dalam melakukan budidaya semangka adalah persiapan lahan. Lahan ini yang nantinya menjadi media tanam semangka. Untuk menjadi media tanam semangka yang baik, ada 3 faktor yang harus dipenuhi dalam penyiapan tanah ini, yaitu jenis tanah berdasarkan ph (tingkat keasaman), ketinggian, serta suhu tanah.

Untuk jenis tanah, usahakan sediakan tanah dengan ph 6 hingga 6,7 yang memiliki tekstur gembur. Jenis tanah ini disebut sebagai tanah porous. Kemudian untuk ketinggian tanah yang paling ideal adalah 100-300 mdpl. Semangka memang dikenal cocok ditanam di dataran yang tak terlalu tinggi. Begitu juga dengan suhu di daerah tersebut, yang ideal adalah 25 derajat celcius.

  • Bibit Disemai

Penyemaian benih semangka
Sumber : Imgaargo

Setelah menyiapkan lahan, Anda harus melakukan pemilihan bibit semangka yang akan ditanam. Sahabat tani bisa membelinya di toko pertanian atau mendapatkannya langsung ke petani aslinya. Kemudian lakukan penyemaian bibit untuk hasil panen yang lebih baik. Ikuti langkah penyemaian bibit di bawah ini.

Proses penyemaian diawali dengan penyiapan media tanam untuk bibit. Sertakan juga pupuk yang pas dengan takaran. Beri air untuk tanaman semangka, serta bersihkan lahan tersebut dari hama atau sampah yang ada. Dalam proses penyemaian ini, jangan lupa lakukan pengolahan lahan yang lebih besar untuk media tanam sesungguhnya.

  • Proses Tanam

Sebelum menanam, Anda bisa melakukan penyiapan berupa penggemburan tanah, dan penambahan pupuk. Misalnya lahan yang sahabat tani gunakan adalah tanah bekas kebun, sebaiknya bersihkan terlebih dulu dari sampah-sampah yang ada di sana. Jika lahan yang ada adalah bekas persawahan, keringkan terlebih dulu agar kandungan airnya tak terlalu banyak.

Jangan lupa, ada juga pembuatan bedeng (lubang-lubang tanam) agar nantinya semangka bisa teraliri air dengan baik Setelah bibit disemai, tunggu hingga tumbuh tunas untuk selanjutnya masuk ke tahap penanaman.

Dalam tahap ini, Anda harus memindahkan tanaman semangka yang telah tumbuh tunas tadi ke lahan lebih besar yang sudah disiapkan. Biasanya, tunggu hingga tanaman berusia 5 minggu untuk masuk ke bedengan.

Berhati-hatilah saat melakukan ini, pastikan jangan sampai patah bagian akarnya. Setelah masuk ke bedengan, beri tanah untuk menanamnya. Agar tercampur media tanam dengan tanah, tambahkan sedikit air.

Baca Juga :

  • Perawatan

Setelah berhasil melakukan penanaman, langkah budidaya semangka selanjutnya adalah perawatan. Langkah ini bisa dikatakan adalah yang menentukan apakah semangka yang kita tanam akan tumbuh atau tidak. Tahap perawatan ini ada beberapa macam seperti penyiangan, pembumbunan, perempelan, pemupukan dan pemberian air.

Penyiangan adalah pemotongan tanaman lain yang mengganggu pertumbuhan, namun pada semangka ini, bagian ranting yang tak berguna pada tanaman semangka juga harus dipotong untuk memaksimalkan pertumbuhan buah semangka.

Pembumbunan adalah pengolahan lahan agar tanaman semangka bisa menyerap makanan dengan maksimal, sedangkan perempalan adalah pemotongan tunas muda pada tanaman semangka yang bisa mengganggu pertumbuhan.

Saat penanaman dan sebelum penanaman, ada proses pemberian pupuk yang dilakukan. Demikian juga saat pasca-tanam. Hal ini menjadi salah satu bagian dari perawatan Gunakan pupuk kimia ZA atau NPK pada hari ke-21 setelah penanaman. Untuk sistem pemberian air, cukup dengan mengalirkan air di bedengan setiap 4-6 hari sekali agar semangka tidak kekurangan air.

  • Panen

Proses terakhir dalam langkah budidaya semangka yakni panen. Semangka dianggap sudah siap panen yakni setelah berusia kurang lebih 2 hingga 3 bulan atau lebih tepatnya 70 hingga 100 hari. Yang paling terlihat adalah perubahan pada warna buah semangka dan ukuran batang yang semakin mengecil. Jika sudah demikian, maka tanaman semangka sudah siap panen.

Cara memanennya yakni dengan cara memotong buah dengan tangkainya sekaligus. Lakukan pemanenan saat cuaca cerah atau sedang dalam panas-panasnya karena buah semangka akan memiliki kulit yang kering.

Pada umumnya, buah semangka terdiri atas 2-3 buah per pohon berukuran kurang lebih 6-8 kg. Simpan buah di penyimpanan yang sejuk dengan suhu 4,4 derajat yang kelembaban udaranya 80-85 persen.

Budidaya Semangka menjadi hal yang menguntungkan jika Anda mencari nilai ekonomisnya. Permintaan buah semangka tiap tahunnya selalu tinggi. Harga semangka juga bisa fluktuatif. Jika Anda memanen pada momen harga naik, keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat. Selain itu, secara garis besar budidaya buah semangka termasuk mudah dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *