Apa itu Cocopeat? Manfaat dan Kegunaannya

Diposting pada

Pernah mendengar cocopeat? Bagi Anda yang tidak bergelut di dunia cocok tanam mungkin masih asing dengan istilah tersebut. Namun bagi sahabat tani, pastinya sudah sangat familiar. Karena limbah kelapa berbentuk sabut ini, merupakan salah satu media tanam yang tengah naik daun.

Cocopeat

Pengertian Cocopeat

Sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bercocok tanam, kelapa termasuk produk yang populer dan banyak digunakan. Tapi apakah Anda tahu kemana perginya tempurung atau batok kelapa yang sudah tidak terpakai? Mungkin sebagian orang mengira kalau limbah ini hanya bisa dijadikan sebagai arang, namun faktanya batok juga dapat dimanfaatkan untuk bertani.

Cocopeat merupakan produk sampingan yang dibuat dari limbah kelapa, khususnya bagian serat atau sabut. Setelah diekstraksi, maka bentuk dan fungsinya tidak jauh berbeda dari spon. Hal ini karena produk sabut tersebut memiliki kemampuan menyerap air. Pada 1 kg sabut, umumnya bisa menampung air hingga maksimal 16 liter.

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Bokashi

Contoh produk primer yang dihasilkan dari olahan sabut kelapa :

  • Serat halus
  • Serat panjang
  • Serat pendek
  • Debu/ serbuk sabut

Serat dan juga debu sabut di atas dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, di antaranya adalah : geotextile, karpet, matras, kompos, media tanam, partikel mebel, dan lain sebagainya.

Cara Membuat Media Tanam Serbuk Kelapa

Saat ini, produk dari serbuk kelapa banyak dijual di berbagai toko tani. Tapi sebenarnya Anda juga bisa membuatnya di rumah. Berminat untuk membuat media tanam ini secara homemade? Di bawah ini adalah langkah-langkah yang bisa dijadikan sebagai panduan :

  1. Mengumpulkan Sekam

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan sekam atau sabut kelapa secukupnya. Disini, sahabat tani bisa mencari sabut gratisan atau membelinya di penjual kelapa. Setelah itu, pisahkan sabut baru dengan yang lama, agar lebih mudah mengeringkannya karena proses selanjutnya adalah mengeringkan sabut kelapa.

  1. Menguraikan Sabut

Kalau sekamnya sudah kering, sekarang sahabat tani tinggal menguraikannya supaya seratnya hilang. Proses penguraian bisa dilakukan dengan mesin khusus atau manual (jika low budget). Caranya cukup mudah, tinggal blender sabut yang sudah dipotong kecil-kecil, kemudian pisahkan serbuk dari serat kelapa.

Serbuk kelapa dapat difungsikan sebagai cocopeat. Sedangkan seratnya sebaiknya jangan dibuang karena masih bisa diolah menjadi kerajinan tangan seperti jaring pancing, tali, tikar, dan lainnya.

  1. Merendam Serbuk

Apabila proses penghalusan sudah selesai, maka saring lagi serbuk kelapa. Kemudian rendam di dalam campuran air mol selama kurang lebih 24 jam. Takarannya adalah 1 liter air banding 100 cc mol dari cucian beras dan 50 cc mol dari urin kelinci. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan nutrisi pada media tanam.

Setelah itu, aduk sampai rata lalu tutup di wadah khusus dan diamkan selama 24 jam. Selama proses tersebut, usahakan tidak membuka dan menutup wadah supaya tidak merusaknya.

  1. Mencuci Serbuk

Setelah serbuk didiamkan selama beberapa saat, proses selanjutnya adalah pencucian. Serbuk dicuci menggunakan air bersih supaya kandungan senyawa klorida, kalium, dan natriumnya hilang. Proses ini akan mengurangi kandungan garam, sehingga serbuk bisa dikombinasikan dengan tanah. Setelah itu, keringkan kembali supaya kualitasnya maksimal.

  1. Serbuk Siap Digunakan

Jika semua proses di atas sudah selesai dikerjakan dengan sukses, sekarang saatnya menguji coba media tanam serbuk kelapa. Sahabat tani bisa menggunakan media ini di kebun maupun pot. Apabila ingin disimpan atau dipakai lain waktu, maka bisa dikompres.

Baca Juga : Teknik Membuat Arang Sekam yang Mudah dan Praktis

Manfaat Serbuk Kelapa Sebagai Media Tanam

Produk dari limbah kelapa ini umumnya dipakai pada adsorben, hortikultura, dan pertanian. Pada pertanian misalnya, serbuk dapat dimanfaatkan untuk media tanam hidroponik sebagai ganti tanah. Namun, karena kandungan nutrisinya rendah, maka sahabat tani harus menambahkan beberapa komponen lain supaya hasil budidaya lebih maksimal.

Salah satunya adalah dengan menambah pupuk organik (kompos). Cocopeat asli memiliki kadar Ph 5,8-6 (lebih asam). Sementara itu, kadar pH ideal untuk budidaya tanaman adalah 5,5-6,5. Jadi, Anda harus mencari cara untuk mengurangi kadar keasamannya.

Cocopeat juga berfungsi untuk menahan air, sehingga bisa meningkatkan kadar porositas (kegemburan) tanah. Dengan begitu, maka akar tanaman akan menjadi lebih subur dan sehat. Selain itu, serbuk kelapa juga anti kering karena saat disiram air akan langsung basah. Kemampuannya dalam menahan oksigen juga membuat serbuk kelapa sangat cocok untuk media tanam hidroponik.

Apabila dibandingkan media sphagnum yang hanya dapat menampung 41% air, serbuk kelapa memiliki daya tampung hingga 73%. Meskipun begitu, penyiraman pada media ini harus dilakukan sedikit demi sedikit karena jika kelebihan air, maka bisa membuat akar membusuk.

Kelebihan dan Kekurangan Media Tanam Serbuk Kelapa

Sebagaimana media tanam lain yang masih membutuhkan proses penyempurnaan, produk serbuk kelapa juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Sahabat tani yang berminat untuk menggunakan media tanam ini, sebaiknya mengetahui apa saja keunggulan serta kelemahannya.

Kelebihan serbuk kelapa :

  • Dibandingkan media konvensional, serbuk kelapa dapat menahan air hingga nyaris sepuluh kali lipat. Meskipun seratnya tangguh, namun unsurnya sangat ringan.
  • Serbuk kelapa mengandung 75% karbohidrat (selulosa polisakarida), serta 25% lignin.
  • Tingginya kandungan lignin dan selulosa bisa menjadi sumber makanan serta tempat untuk berkembangbiak mikroorganisme baik (mikoriza dan rhizobacteria).
  • Mengandung senyawa fosfor, kalium, nitrogen, magnesium, kalsium, klorida, seng, besi, mangan, boron, tembaga, dan molibdenum. Unsur hara ini sangat diperlukan oleh tumbuhan guna menunjang kelangsungan hidupnya.
  • Memiliki sifat reuse, jadi bisa dipakai lagi untuk menanam tanaman selanjutnya. Tapi dengan catatan, sesudah panen cocopeat harus diberi larutan enzim terlebih dahulu. Ini bertujuan menghilangkan garam dan sisa sterilisasi.

Kelemahan serbuk kelapa :

  • Tingginya kandungan klorin dan natrium dalam serbuk kelapa bisa meracuni tanaman
  • Proses pengolahan yang kurang tepat bisa membuat media ini meninggalkan senyawa tanin yang membuat tanaman tidak berkembang
  • Risiko terjadi stagnasi air yang lebih tinggi, sehingga bisa mengakibatkan matinya tanaman
  • Supaya media serbuk kelapa lebih aman dan berkualitas, maka harus diolah melalui proses yang cukup panjang dan sulit

Bagaimana cara membuat media tanam sabut kelapa yang baik? Supaya hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengolahnya. Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya

  • Pastikan serbuk bebas dari debu. Bahan mentah umumnya akan menghasilkan begitu banyak debu. Perlu diketahui, jika debu mempunyai sifat mudah padat yang akan menghalangi proses drainase, aerasi, dan membuat pori-pori akar terhalangi pula oleh serbuk kelapa.
  • Idealnya pH yang dibutuhkan oleh tanaman adalah mulai 5,5 – 6,5. Jadi, perhatikan tingkat keasamannya supaya tidak membunuh tanaman.

Selain ramah lingkungan, media tanam cocopeat juga bisa dikatakan murah meriah. Untuk produk curahnya sendiri dibanderol seharga mulai Rp 950,- – Rp 1.300,- /kg. Sementara jenis balok harga jualnya lebih mahal, yakni Rp 2.100,- – Rp 3.500,- /kg. Sahabat tani tinggal memilih produk sesuai kebutuhan saja. Apalagi, produk ini tidak begitu sulit ditemukan di pasaran atau toko pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *