Beginilah 8 Cara Mengendalikan Lalat Buah pada Tanaman Buah

Diposting pada

Sejak berabad-abad yang lalu, hewan kecil lalat adalah musuh para petani khususnya jenis lalat buah yang menjadi musuh utama para petani hortikultura. Terdapat 66 spesies lalat jenis ini di Indonesia dan sudah menyerang ratusan jenis tanaman hortikultura. Itulah sebabnya ditambahkan kata buah pada lalat tersebut karena jenis lalat ini memang khusus menyerang aneka jenis buah-buahan.

Lalat jenis Bactrocera sp adalah jenis lalat yang paling sering merusak sayuran dan segala macam buah. Banyak petani yang mengalami kerugian karena serangan lalat tersebut, pada tanaman buah mereka. Secara umum lalat Bactrocera sp ini hidup di dalam buah-buahan, bahkan sebelum buah tersebut matang. Lalat jenis buah ini tergolong ke dalam hama utama.

Lalat Buah
Lalat Buah ( Sumber : twitter.com )

Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah agar Tak Merusak Tanaman

Gejala awal yang terlihat pada tanaman buah ketika diserang oleh lalat adalah munculnya noda atau titik bekas tusukan dan akan terlihat jelas pada permukaan buahnya. Kemudian telur lalat akan menetas di dalam buah-buahan tersebut dan munculah larva.

Larva inilah yang akan merusak buah-buah yang belum matang itu, sehingga buah akan busuk sebelum matang. Berikut ini beberapa cara yang bisa sahabat tani lakukan dalam mengendalikan munculnya lalat pada tanaman buah :

Memelihara Tanah

Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan memelihara tanah dengan baik. Yaitu dengan mengolah/merawat tanah secara rutin. Pencacahan tanah juga bisa dilakukan di bagian bawah pohon. Hal itu akan menyebabkan pupa pada lalat buah yang ada di dalam tanah menjadi terkena sinar matahari, setelah itu lalat-lalat tersebut akan mati.

Proses Sanitasi yang Baik

Tujuan utama dari dilakukannya sanitasi kebun adalah memutuskan siklus perkembangan yang terjadi pada lalat buah. Kebun tak boleh dihinggapi lalat, baik yang hinggap pada buah yang masih menempel pada pohon, maupun yang telah jatuh dari pohon. Buah-buah yang berisi larva lalat harus dikumpulkan, kemudian dibakar/dibenamkan dalam tanah.

Buah yang telah mati dan tidak berkembang di bawah pohon juga bisa menjadi tempat bertelur lalat-lalat tersebut. Oleh karena itu, sahabat tani bisa melakukan sanitasi agar perkembangan lalat tidak akan terus bertambah.

Membungkus Buah

Cara berikutnya dalam mengendalikan perkembangan lalat pada buah adalah dengan membungkus buah pada pohon dengan menggunakan plastik. Bungkus buah-buah itu saat masih muda. Selain plastik bening, Anda bisa menggunakan kertas karbon, daun pisang, daun jati, kertas biasa, dan juga kain untuk membungkus buah tersebut.

Bungkus buah-buah itu sedini mungkin, agar lalat tidak akan menyerang buah yang belum matang.

Menggunakan Tanaman Perangkap

Ada beberapa jenis tanaman aromatik yang biasanya mengeluarkan aroma, tanaman tersebut bisa digunakan untuk mengendalikan lalat buah. Misalnya tanaman kemangi, kayu putih, atau jenis tanaman yang sifatnya sinergis seperti tanaman pala.

Semua jenis tanaman itu mengandung bahan-bahan aktif yang biasanya disukai oleh lalat buah. Anda bisa menanam salah satu tanaman tersebut di sekitar pohon buah yang Anda tanam. Walaupun begitu, tanaman tersebut tidak akan membunuh/membasmi lalat tapi hanya menarik perhatian lalat saja.

Sehingga penanaman tanaman aromatik tadi, hanya untuk mengalihkan perhatian lalat hingga Anda bisa menangkap lalat tersebut sebelum mereka menyerang buah.

Memanfaatkan Musuh Alami

Musuh alami yang dimaksud di sini adalah parasitoid/predator. Jenis parasitoid ini misalnya Biosteres sp dan Opius sp. Sedangkan jenis predator misalnya saja laba-laba, semut/lebah, sayap jala, kepik dan sebagainya. Jenis-jenis hewan tersebut akan memangsa lalat yang menjadi musuh para petani.

Menggunakan Perangkap Atraktan

Cara berikutnya merupakan cara paling efektif dalam mengusir/mengendalikan lalat buah. Cara ini juga dianggap ramah lingkungan serta aman karena tidak akan meninggalkan residu yang berbahaya, pada beberapa komoditas yang ditanam oleh petani itu sendiri.

Tempatkan bahan pemikat dalam perangkap berbentuk botol plastik/tabung silinder, hingga lalat akan terperangkap dengan mudah dan masuk ke dalam botol. Pancing lalat untuk masuk ke sana, dengan memasukkan methyl eugenol terlebih dulu ke dalam botol.

Isi juga dengan air hingga nanti sayap lalat akan lengket saat menyentuh air, setelah itu lalat pun akan mati karena tenggelam dalam air.

Menggunakan Cara Kimiawi

Cara yang satu ini adalah menggunakan bahan kimiawi yang dapat membunuh lalat. Misalnya menggunakan pestisida. Sayangnya cara ini terkadang kurang efektif karena penyemprotan sering tak sesuai sasaran. Hal itu disebabkan oleh lalat yang sering terbang ke sana kemari.

Pengasapan

Cara terakhir adalah cara tradisional, yaitu pengasapan. Lakukan pengasapan setiap 3-4 hari sekali, dimulai dari buah yang baru terbentuk lalu akhir pengasapan sekitar 1-2 minggu sebelum buah mulai panen.

Cara pengasapan ini adalah dengan mematikan bara api, lalu taruh bara pada dahan kayu yang masih lembab. Sahabat tani bisa mencoba cara ini, apabila ukuran/luas kebunnya tidak terlalu besar.

Gejala Serangan Lalat Buah

Gejala serangan adalah jenis gejala khas yang dilakukan oleh lalat pada tanaman buah. Pada awal serangan atau ketika untuk pertama kalinya telur disuntikkan ke dalam buah, kondisi buah masih bagus dan baik-baik saja. Namun akan semakin merusak buah ketika telur lalat sudah mulai berubah menjadi larva, lalu memakan sebagian buah tersebut.

Biasanya banyak juga petani yang tertipu pada kondisi ini. Mengapa ada cabai/tanaman inang lainnya yang tiba-tiba membusuk kemudian jatuh ke tanah. Sebenarnya hal itu bisa dicegah dengan cara melakukan pengamatan terlebih dahulu. Berikut ini beberapa cara mudah dalam memastikan adanya gejala serangan lalat :

  1. Langkah pertama, mengecek apakah ada tanda-tanda imago lalat buah yang berterbangan di sekitar tanaman atau di sekitar buah-buah yang belum matang tersebut.
  2. Kemudian cek kembali buah mana yang sudah terkena serangan, Anda bisa melihatnya pada buah-buah tersebut apakah ada bekas suntikan dari lalat.
  3. Anda juga bisa mengecek lagi dengan mengambil beberapa sampel buah, kemudian belah buah tersebut. Jika buah sudah terserang maka bagian dalamnya sudah membusuk atau terdapat banyak larva.
  4. Ciri lainnya bahwa buah-buah itu sudah terserang lalat adalah dengan banyaknya larva atau telur lalat di bagian dalam buah.

Biasanya lalat-lalat itu akan menyerang buah saat musim hujan tiba. Tak heran bila sahabat tani sering menemukan banyak buah yang sudah rontok sebelum buah itu matang. Cirinya yaitu buahnya berubah menjadi warna kuning dan tekstur buahnya pun cenderung keriput. Lalu muncul bintik berwarna hitam kecil di beberapa bagian kulit buah.

Karena lalat akan menetaskan telurnya di dalam buah, maka lalat yang menyerang buah-buahan itu adalah lalat betina yang menusukkan ovipositornya ke dalam buah tersebut.

Untuk mencegah agar lalat-lalat itu tidak menyerang semua tanaman buah Anda, maka Anda bisa mencoba beberapa cara mengendalikan serangan lalat yang telah dijelaskan di atas. Cara tersebut akan membuat Anda bisa lebih waspada sebelum lalat mulai menyerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *