7 Komoditas Ekspor Indonesia yang Mendunia

Diposting pada

Sahabat tani, tahukah Anda bahwa hasil pertanian yang dimiliki Indonesia begitu melimpah dan bahkan banyak diekspor ke luar negeri? Sebagai negara agraris, tentu hal ini tidak mengagetkan karena Indonesia memang terkenal dengan hasil pertaniannya yang melimpah. Tapi tahukah Anda apa saja komoditas ekspor Indonesia yang berhasil dipasarkan hingga ke berbagai belahan dunia?

Tujuh hasil tani yang banyak diekspor ke luar negeri ini ternyata turut menyumbang APBN untuk negara Indonesia. Betapa sesungguhnya sektor pertanian di negeri ini banyak membantu perekonomian Indonesia. Jadi penasaran tanaman apa saja sih yang begitu banyak diminati oleh berbagai negara dan turut bersumbangsih untuk perekonomian Indonesia ini?

Komoditas expor Indonesia
Sumber : Jejak Tani

7 Komoditas Ekspor Indonesia

Kelapa Sawit

Komoditas Ekspor Kelapa Sawit
Sumber : Ayo Jakarta

Pertama, ada kelapa sawit yang per tiap tahunnya jumlah ekspor selalu naik di atas 5%. Kelapa sawit, banyak dibudidayakan sebagai sumber minyak. Kelapa sawit ditanam secara luas di daerah asalnya yakni daerah Sumatera.

Minyak kelapa sawit, yang diperoleh dari buah-buahan, digunakan untuk membuat sabun, kosmetik, lilin, bahan bakar nabati, dan minyak pelumas dan dalam pemrosesan pelat timah dan lapisan besi. Minyak inti sawit, dari bijinya, digunakan dalam pembuatan produk-produk yang dapat dimakan seperti margarin, es krim, permen cokelat, kue, dan roti, serta banyak obat-obatan.

Tanaman ini juga tumbuh sebagai tanaman hias di banyak daerah subtropis. Kelapa sawit memiliki batang tunggal dan mencapai ketinggian sekitar 20 meter. Saat matang, buahnya berwarna hitam dengan dasar merah dan memiliki biji berminyak tunggal yang dikenal sebagai kernel.

Industri minyak kelapa sawit komersial berkembang pesat pada akhir abad ke-20 dan telah menyebabkan deforestasi sebagian besar di Indonesia.

Baca Juga : 41 Peluang Usaha di Bidang Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Peternakan

Karet

Sumber : Gatra Bina Usaha

Komoditas ekspor Indonesia yang kedua ada karet dan negara ini merupakan produsen karet terbesar yang ada di dunia. Produksi tanaman karet ini selalu mencapai 4 ton setiap tahunnya. Nama Latin pohon karet sebenarnya Ficus Elastica dan pohon tropis ini berasal dari jenis tanaman spurge (Euphorbiaceae).

Tanaman karet banyak dibudidayakan di perkebunan Sumatera dan Jawa. Ficus Elastica  pada awal abad ke-20 dianggap sebagai sumber utama karet alam. Tanaman ini memiliki tekstur kayu yang lunak, tinggi dan bercabang.

Cairan getah (lateks) yang keluar dari kulit pohon mengandung sekitar 30 persen karet, yang dapat diolah untuk semua aplikasi karet alam, seperti ban, komponen karet untuk mobil dan mesin serta produk konsumen seperti alas kaki, barang olahraga, mainan dan sarung tangan.

Di Jawa Barat, getah karet menjadi komoditas perdagangan pada tahun 1850, ketika harga naik untuk produk yang sebelumnya hanya digunakan secara lokal. Selain getahnya, tanaman karet juga merupakan tanaman hias yang juga dibudidayakan sebagai tanaman pot dedaunan.

Ujung daun yang sangat muda telah dimakan sebagai sayuran di Jawa. Kulit berserat telah digunakan untuk pembuatan pakaian dan tali. Kayunya berkualitas buruk kadang-kadang digunakan untuk pembuatan papan, kapal dan bahan bakar.

Baca Juga : Cara Budidaya Vanili Yang Menguntungkan

Tembakau

Tembakau
Sumber : Komunitas Kretek

Apakah sahabat tani adalah seorang perokok? Pasti tahu ya bahwa tembakau sebagai bahan utama rokok ini menjadi komoditas ekspor yang cukup tinggi di Indonesia. Setidaknya ada 5 penghasil tembakau terbesar di Indonesia yakni Kudus di Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, Banten dan Riau.

Tembakau, adalah nama umum dari tanaman Nicotiana tabacum dan tanaman ini diambil daun keringnya untuk digunakan sebagai bahan rokok.

Biasanya daun dipetik setelah proses penuaan dan pengolahan dengan berbagai cara. Bentuk daunnya bisa bulat telur (berbentuk telur), obcordate (berbentuk hati) atau elips  tetapi dengan titik kecil di salah satu ujungnya.

Tembakau biasanya dipanen 70 hingga 130 hari setelah transplantasi dengan salah satu dari dua metode. Metode pertama, seluruh tanaman dipotong dan tangkai terbelah dan kedua daun dilepas pada interval waktu tertentu setelah mengering.

Kakao

Kakao
Sumber : Vibiznews

Sahabat tani harus tahu bahwa Indonesia merupakan negara penghasil kakao yang paling banyak ketiga di dunia. Komoditi dari tanaman ini hampir mencapai 300 ribuan per tahunnya.

Tanaman yang menghasilkan cokelat ini paling banyak diproduksi di Sulawesi. Selain Sulawesi, Jawa Barat, Papua, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur juga penghasil kakao terbanyak di Indonesia.

Biji tanaman yang disebut biji kakao dapat  diolah menjadi bubuk kakao, cocoa butter, dan cokelat. Kakao tumbuh di hutan dengan ketinggian 6-12 meter. Daunnya yang lonjong dan kasar berukuran panjang hingga 30 cm dan secara berkala digantikan oleh daun baru yang sangat merah ketika muda.

Tanaman ini bisa berwarna putih, kemerahan, merah muda, kuning, atau merah terang, tergantung pada jenisnya dan diserbuki oleh lalat kecil yang disebut pengusir hama.

Baca Juga : Tips Mudah Membuat Tanaman Hidroponik

Kopi

Kopi
Sumber : Beritagar

Sahabat tani suka minum kopi? Kopi jenis apa yang seringkali diminum? Tahukah Anda bahwa Indonesia termasuk satu dari lima negara produsen kopi terbesar di dunia. Bahkan negara ini pernah mengekspor biji kopi hingga 1 juta ton lebih pada tahun 2017.

Beberapa daerah penghasil biji kopi di Indonesia yang terkenal adalah Aceh, Wamena,Toraja, Temanggung, Kintamani dan masih banyak lagi daerah lainnya di Indonesia yang menghasilkan kopi dengan cita rasa khasnya.

Kebun kopi banyak dipegang oleh petani kecil dengan rata-rata kepemilikan 1-2 hektar. Secara geografis, tanaman Arabika mendominasi di Sumatera Utara dan beberapa daerah pegunungan di Jawa, sedangkan jenis Robusta sebagian besar ditanam di Sumatera Selatan.

Mengapa pertumbuhan kopi di Indonesia sangat bagus? Hal ini karena faktor ilmiah yang paling penting untuk pertumbuhan kopi dan Indonesia menghasilkan suhu dan curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman satu ini.

Teh

Teh
Sumber : Reallifeproduction

Selain kopi, Indonesia juga sangat bagus komoditi ekspornya pada perkebunan tehnya. Tentu banyak orang di dunia yang sangat familiar dengan minuman yang terbuat dari teh. Beberapa daerah di Indonesia penghasil teh terbaik adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera.

Tanah untuk menanam teh harus asam karena teh tidak bisa ditanam di tanah alkali. Nilai pH yang harus Anda butuhkan adalah 5,8 hingga 5,4 atau kurang. Setiap satu kali panen setidaknya 1.500 kg teh per hektar membutuhkan banyak pekerja untuk memetik pucuk teh dan melakukan kerja lapangan lainnya.

Pemetikan mekanis telah dicoba tetapi, karena kurangnya selektivitas, tidak dapat menggantikan pemetikan tangan. Studi ilmiah tentang produksi teh sendiri dimulai sekitar tahun 1890 dan berkembang hingga saat ini.

Lada

Lada
Sumber : Inibaru

Terakhir, ada tanaman lada yang menjadi komoditi ekspor terbesar di Indonesia. Pangsa ekspor utama dipegang oleh Vietnam dengan 85 ribu ton, kemudian disusul Vietnam dan Indonesia. Setiap tahunnya negara ini mampu mengekspor lada hingga 40.000 ton.

Beberapa daerah penghasil lada terbaik di Indonesia adalah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Lada sendiri dikenal sebagai ‘raja rempah-rempah’ karena tanaman ini merupakan bumbu yang paling penting di dunia.

Tanaman lada membutuhkan cuaca yang panas dan lembab dan juga membutuhkan curah hujan yang baik untuk bisa tumbuh. Tanaman lada memiliki masa hidup sekitar 40 tahun dan mulai memproduksi buah setelah 2-5 tahun.

Dari ketujuh komoditas ekspor Indonesia yang mendunia, kira-kira tanaman manakah yang ingin sekali sahabat tani budidayakan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *